Showing posts with label karimunjawa. Show all posts
Showing posts with label karimunjawa. Show all posts

Monday, April 28, 2014

Karimunjawa, Apalagi ya?

Selain snorkeling dan menikmati indahnya matahari pagi maupun sore, saya menyempatkan menikmati beberapa tempat lainnya. Tempat-tempat tersebut diantaranya Bukit Love, Mangrove Taman Nasional Karimun Jawa, dan Pantai Ujung Gelam. Ah iya, saya tambahkan wisata kuliner malam hari di Lapangan Karimunjawa juga ya.

1. Bukit Love

Kami mendatangi tempat ini di waktu bebas hari ketiga. Sebelumnya saya tidak pernah mendengar sama sekali keberadaan tempat ini. Beruntung sekali bapak sopir pick up menawarkan untuk pergi ke tempat ini terlebih dahulu sebelum ke mangrove karena tempatnya searah jadi sekalian mampir. Dituruti sajalah ya secara beliau ini pasti lebih tahu. 

Bukit Love ini merupakan sebuah bukit yang menyajikan pemandangan laut, hutan, dan perbukitan Karimunjawa. Bisa dibilang mirip dengan Bukit Malimbu yang ada di Lombok. Sebagai penanda, terdapat semacan monumen kecil bertuliskan "LOVE". Sebenarnya saya sendiri kurang tahu kenapa disebut Bukit Love. Sayangnya, saya juga tidak menanyakan ke Si Bapak sejarah atau peruntukan tempat ini. Sementara itu, jalan menuju bukit ini sudah dicor dengan baik. Menurut Si Bapak, jalan itu nanti akan dibuat menembus sampai jalanan di sebelah Pantai Nyamplung Ragas. Jadi, akan ada track melingkar untuk menikmati spot-spot bagus tersebut. Untuk menikmati tempat ini tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.


Monumen kecil penanda Bukit Love

Pemandangan Laut Karimunjawa dari atas bukit

Tidak hanya laut kita juga dapat melihat perbukitan di sisi kanan

Dapat melihat bulan di hari cerah. Ini salah satu yang saya dapati saat berada di Bukit Love


2. Mangrove Taman Nasional Karimun Jawa

Inilah tujuan kami menyewa pick up, menuju Mangrove Taman Nasional Karimun Jawa. Kami mengetahui tempat ini dari peta yang ada di penginapan. Lokasinya berada di sisi barat Pulau Karimunjawa. Jadi, waktu itu saya pikir bisa sekalian mampir ke Pantai Ujung Gelam. Tidak hanya jauh, jalan aspal menuju mangrove rusak di beberapa tempat. Oleh karena itu, waktu untuk menuju kesana lumayan lama, kurang lebih satu jam.

Sampai di hutan mangrove tersebut, sayangnya belum dibuka. Tempat tersebut baru dibuka pukul 8 pagi, setidaknya begitu yang kami baca di papan pengumuman. Tapi kami tidak perlu menunggu lama karena beberapa saat kemudian penjaga datang kemudian memperbolehkan kami masuk walaupun belum pukul 8. Untuk masuk taman nasional ini harus membayar tiket masuk 2.500 rupiah per orang.

Tidak perlu khawatir untuk trekking di tempat ini karena jalurnya sudah dibuat dengan papan dengan rapi. Sesekali, di sepanjang jalur itu, akan menemui rumah kecil yang bisa dijadikan untuk tempat istirahat. Awalnya, hanya pohon-pohon bakau yang kami lihat. Kemudian sampai di ujung jalur pepohonan bakau mulai berkurang dan tempatnya lebih terbuka. Tempat itu lebih mirip seperti rawa yang sedang ditumbuhi bakau-bakau kecil. Di tempat ini pula ada semacam menara yang dapat digunakan untuk melihat sekeliling. Lagi, perbukitan Karimunjawa yang indah dapat pula disaksikan dari menara ini. Untuk dapat keluar dari taman mangrove ini kami harus menembus hutan lebat bakau lagi. Satu hal yang musti diingat saat mengunjungi tempat ini adalah membawa lotion anti nyamuk. Serius, tidak hanya banyak, nyamuknya juga ganas.


Pintu masuk taman mangrove. (Photo by Edy)

Bagian ujung jalur. Terdapat menara dan bakau-bakau kecil

Pemandangan perbukitan Karimunjawa

Sisi menara

Pemandangan perbukitan apabila dilihat dari atas menara. (Photo by Edy)



3. Pantai Ujung Gelam

Saya sudah ingin sekali ke Pantai ini sejak hari pertama, untuk menikmati matahari terbenam. Pantai Ujung Gelam ini memang seringkali saya dengar merupakan salah satu spot untuk menikmati matahari terbenam. Sayang sekali pihak agency tidak mengakomodir untuk ke tempat ini. Jadinya, kami mengunjungi di pagi hari ketiga yang cerah kalau tidak mau dikatakan terik.

Ternyata lokasi pantai ini sudah kami lewati saat menuju taman mangrove. Jadi, maksudnya Si Bapak adalah mengunjungi pantai ini sekaligus dalam perjalanan pulang menuju penginapan. Saya bilang, menyewa mobil adalah keputusan yang sangat tepat untuk menuju Pantai Ujung Gelam. Dari pintu masuk, jaraknya masih cukup jauh sekali. Alternatifnya, memang kapal yang digunakan untuk snorkeling sekalian digunakan untuk mampir ke pantai ini.

Akhirnya, saya bilang saya tidak menyesal walaupun saya mengunjungi Pantai Ujung Gelam bukan sore hari. Pantai ini memang indah sekali dengan pasir halus dan putih, air laut jernih, bahkan ikan-ikan banyak yang berenang ke tepian pantai. Di hari secerah itu, pemandangan pantai itu makin cantik. Untuk saya sendiri, awalnya saya bermain-main dengan pasir putih yang halus. Pasirnya juga dingin jadi membuat adem di hari terik itu. Tapi akhirnya saya tidak tahan untuk tidak nyebur ke laut dan berenang dengan ikan-ikan. Dan jika ingin menikmati pemandangan indah pantai ini, coba telusuri pantai ini dari ujung ke ujung. Jangan pula khawatir kelaparan karena ada warung-warung yang berjualan di pantai ini. 


Pemandangan pantai di sisi kiri. (Photo by Edy)

Perahu kecil. (Photo by Edy)

Ini salah satu pemandangan terbaik selama saya di Karimunjawa.

Pasir putihnya halus sekali. Ini di bagian kanan pantai.

Pantai ini juga bisa dikunjungi dengan menggunakan kapal. 

4. Kuliner Malam di Lapangan Karimunjawa

Saya tidak lega kalau tidak menambahkan bagian ini. Selain pemandangan-pemandangan yang cantik, ada kuliner lezat yang wajib dinikmati di Karimunjawa. Tidak hanya itu, harganya juga murah. Kuliner yang saya maksud adalah seafood bakar. Kami tidak berhasil mendapatkannya di malam pertama karena ramai sekali sehingga harus antre luar biasa lama. Akhirnya kami menyerah dan berusaha di hari kedua. 

Di hari kedua kami sudah memesan sejak sore hari bahkan saat ibu penjualnya baru buka. Oke saya menyebutkan harga yang murah karena memang harganya murah. Cumi yang sangat besar hanya seharga 30ribu, ikan kakap merah yang besar juga seharga 60ribu, untuk lobster, well saya tidak tahu harga pasarannya ya, tapi kami mendapatkan yang ukuran kecil dengan harga 40ribu. Ibunya terlihat jujur saat bilang kalau tidak mengambil untung banyak. Sudah begitu saya masih minta bonus dan akhirnya diberi satu bonus lobster,hehe. Tapi memang sih dibandingkan dengan saat saya di Gili Trawangan dulu yang disini relatif lebih murah. Tidak ada perbedaan harga pula untuk pengunjung lokal atau mancanegara. Dan satu hal yang harus sampaikan juga adalah sambal yang sangat enak, kedua jenisnya baik yang ada citarasa asam maupun manis. Saya bertanya ke ibu penjual memang katanya itu sambal khas Karimunjawa dan bersifat rahasia. Baiklah.. Dan walaupun kami makan seafood bakar tersebut setelah makan malam di penginapan, kami tetap makan dengan lahap seperti orang yang kelaparan. Ya mau bagaimana lagi, semuanya enak,haha


Seafood bakar. (Photo by Rifky)

Related posts:

Snorkeling Time di Kepulauan Karimunjawa

Hal wajib yang musti dilakukan saat mengunjungi Karimunjawa tentu saja adalah snorkeling. Dengan durasi 3 hari 2 malam, saya mendapatkan jatah snorkeling di tiga tempat yaitu di dekat Pulau Menjangan, di dekat Pulau Tengah, dan terakhir di dekat Pulau Kecil. Setidaknya itu yang diagendakan oleh agency rombongan kami. Snorkeling di hari pertama dilakukan di dekat pulau menjangan sedangkan dua sisanya dilakukan di hari berikutnya.

1. Pulau Menjangan

Pulau Menjangan terletak relatif dekat dengan Pulau Karimun Besar. Sebenarnya terdapat Pulau Menjangan Besar dan Pulau Menjangan Kecil. Lokasi snorkeling saya waktu itu di dekat Pulau Menjangan Besar. Setelah selesai snorkeling, kami di ajak ke penangkaran hiu yang ada di Pulau Menjangan Kecil. 

Snorkeling di tempat pertama ini kurang begitu memberikan impression bagi saya pribadi. Mungkin kekhasan perairan Karimunjawa berarus tenang dan jernih kali ya. Malah awalnya saya sedikit kecewa karena di tempat kapal berhenti beberapa karang hancur. Saat itu saya juga ingin sekali ada foto underwater yang mana fotonya dilakukan di dekat-dekat kapal dan harus bergantian. Akhirnya saya kurang begitu menjelajahi spot snorkeling tersebut. Dan memang jika ingin menikmati keindahan bawah lautnya harus menjauh dari kapal biasa berhenti. Ketika saya menjelajahi bagian-bagian lain memang bagus kok. Sayang terkendala di waktu jadi tidak banyak yang mampu saya jelajahi.

Selesai dari aktivitas snorkeling tersebut, kami menuju ke Pulau Menjangan Kecil. Di pulau ini terdapat penangkaran hiu. Sebelum sampai di pulau ini, dari kejauhan terlihat ramai sekali manusia berjejalan di sana. Karena efek hari libur panjang sepertinya. Yang pasti setibanya saya di pulau ini, saya tidak melakukan apa-apa. Biasanya orang akan masuk ke kolam yang berisi hiu dan berfoto, atau memegan hiu untuk difoto, atau hewan lain seperti penyu atau ikan fugu (atau biasa disebut ikan buntal). Saya tidak tertarik sama sekali malah merasa kasihan melihat hewan-hewan itu diperlakukan seperti itu. Bisa dibayangkan mereka diajak berfoto dengan diangkat di udara yang bukan tempat hidupnya. Saya tidak berlama-lama di penangkaran itu, pergi ke pantainya sebentar dan kemudian kembali ke kapal.


2. Pulau Tengah 

Snorkeling di dekat Pulau Tengah ini dilakukan di hari kedua. Untuk mencapai Pulau Tengah perlu menempuh waktu yang cukup lama mengingat lokasinya yang cukup jauh. Sebagai gambaran dermaga Karimunjawa terletak di ujung selatan agak ke barat dari Pulau Karimun Besar sedangkan lokasi Pulau Tengah berada di sebelah timur Pulau Karimun Besar. Jadi kapal harus memutari pulau terlebih dahulu. Tapi, walaupun jaraknya cukup jauh, pemandangan Pulau Karimun Besar yang indah akan mengantarkan kita mencapai Pulau Tengah. Bukit-bukit Pulau Karimun Besar tidak kalah indah dilihat dari sisi lain pulau. Dan lagi saya tidak bosan mengatakan ciri khas air yang tenang dari laut Karimunjawa. Bagi saya laut hari itu seperti kolam renang raksasa.

Perjalanan menuju Pulau Tengah akan disuguhi pemandangan seperti di atas

Sebenarnya spot snorkeling kali ini masih relatif jauh dari Pulau Tengah. Bisa dibilang di tengah laut. Yang pasti yang saya ingat adalah spot ini jauh lebih baik daripada spot sebelumnya. Mungkin kita masih bisa menemukan karang-karang rusak seperti halnya di spot sebelumnya tapi coba saja menjelajah. Saya menemukan terumbu karang berwarna-warni, ikan-ikan yang beraneka warna bukan hanya yang berukuran kecil tapi yang ukurannya besar-besar. Gerombolan ikan-ikan besar juga bisa terlihat yang membuat saya ingin mengejar mereka. Dan di tempat ini, saya juga menemukan anemon. Berharap ada ikan badut alias nemo? Tentu saja! Tapi yang saya temui, well.. bisa dibilang saudaranya. Warnanya orange cenderung cokelat tapi masih dengan garis putih juga. Fisiologis tubuhnya juga berbeda. Bertemu itu saja saya sudah senang bukan main. Tapi, kalau mau menjelajah lebih jauh dan teliti mungkin akan menemukan si ikan nemo tadi karena teman saya berhasil menemukan ikan itu di spot ini.

Pulau Tengah tidak hanya memberikan pemandangan bawah laut yang indah. Jika singgah di pulaunya, kita akan mendapati pemandangan yang indah juga. Kami singgah disana karena agenda kami makan siang. Di dermaga bahkan kami masih tertarik untuk snorkeling lantaran airnya yang sangat jernih. Tapi tidak begitu lama. Menyusuri dermaga ada hiu-hiu yang berenang di kolamnya. Jauh lebih banyak dan terlihat lebih baik, setidaknya bagi saya, karena kolam tersebut dilarang dimasuki oleh pengunjung. Sambil menunggu makan siang dimasak jelas saya menjelajahi pulau tersebut. Dan tidak dipungkiri, pemandangannya indah sekali.


Sekumpulan hiu yang ada di dermaga Pulau Tengah



Tidak hanya bersandar di dermaga, kapal-kapal juga langsung dapat bersandar di pantai berpasir putih

Kita akan mendapati pasir ini jika berkeliling pulau

Air laut yang jernih dengan latar belakang perbukitan

Saat itu air masih sedikit pasang, jadi harus menyeberangi air yang jernih ini agar dapat mengelilingi pulau.

Sisi lain Pulau Tengah, pantai berpasir putih


3. Pulau Kecil

Usai makan siang, kami melanjutkan snorkeling di Pulau Kecil. Menurut saya inilah spot terbaik dibandingkan dua spot sebelumnya. Sejak dari spot kedua saya memang sudah tidak peduli dengan foto underwater sehingga waktu menjelajahi spot ini semakin banyak. Tidak ada habisnya, saya menyusuri sekitaran pulau tersebut menikmati terumbu karang yang indah. Keindahannya semakin bertambah ketika mendapatkan cahaya matahari yang terik. Beraneka macam ikan juga saya temui yang mana lebih beragam lagi. Saudara nemo yang saya sebutkan sebelumnya banyak ditemui disini. Saya juga menemukan yang mirip juga dengan warna yang lebih cerah. Anemon yang biasa dilihat warna orange, saya sempat melihat yang warna ungu. Saya juga sempat mendapati ikan yang sedang berterlur. Ada juga bintang laut berlengan banyak dengan ukuran yang besar, jauh lebih lebar dari telapak tangan manusia apabila dilebarkan, serta berwarna sangat cerah. Disekujur tubuhnya ditumbuhi duri-duri. Itu kali pertama saya melihat langsung bintang laut seperti itu. Dan terakhir, saya berhasil menemukan si ikan badut, terletak dekat sekali dengan dermaga tapi sangat dalam. Perjuangan sekali untuk dapat melihatnya karena harus menahan rasa sakit di telinga saya. Maklum free-diver pemula. Karena keasyikan menikmati pemandangan bawah lautnya, saya tidak sempat singgah ke Pulau Kecil. Padahal sepertinya menyusuri Pulau Kecil tidak kalah menyenangkan. Tapi apa daya karena waktu semakin sore dan perjalanan menuju Pulau Karimun Besar cukup lama.


Pantai di Pulau Kecil (Photo by Rifky)

Pulau Kecil dilihat dari dermaga ( Photo by Rifky )


Foto-foto penampakan bawah laut Karimunjawa berikut ini di ambil oleh teman saya Rifky. 





Akhirnya saya memiliki foto saat snorkeling. (Photo by  travel agent)


Related Posts:

Menikmati Matahari di Karimunjawa



Matahari terbit, matahari terbenam, salah dua hal yang sering diburu saat traveling, termasuk juga saya. Biasanya sih saat saya naik gunung atau berwisata ke pantai atau pulau, saya kejar betul dua momen tersebut kalau memungkinkan. Memang tidak dipungkiri momen tersebut adalah momen cantik apalagi kalau dapat waktu, tempat, dan cuaca yang tepat.

Demikian pula saat traveling di Karimunjawa kemarin itu. Sayangnya, dalam itinerary agency kami tidak ada agenda untuk menikmati matahari terbit maupun terbenam. Jadi,  saya cari cara sendiri untuk mendapatkan momen itu. Dengan bertanya penduduk lokal tentunya. Berikut ini tempat-tempat tujuan saya menikmati indahnya momen bersama matahari.

1. Bukit Joko Tuwo

Bukit Joko Tuwo ini saya datangi pada saat hari pertama saya di Karimunjawa. Tempat ini adalah tempat untuk menikmati matahari terbenam. Sesuai dengan namanya, tempat ini berupa bukit yang akan terlihat jelas dari dermaga atau lapangan. Saya mengetahui tempat ini dari awak kapal yang saya tanyai saat snorkeling. Nah, setelah snorkeling itulah saya bergegas menuju bukit ini.

Untuk mencapai Bukit Joko Tuwo ini dibutuhkan sedikit tenaga ekstra untuk trekking. Ya namanya juga bukit. Tapi tidak begitu jauh dari dermaga lapangan yang saya sebutkan tadi. Untuk mudahnya, bisa ditanyakan ke warga dan mereka akan menjawab dengan baik seperti yang saya lakukan. Arah jalannya tidak terlalu sulit dan jalur di bukitnya juga sudah dibuka lebar sehingga mudah dilalui. Ah iya, kalau mau tidak repot dan tidak capek bisa menyewa motor bahkan mobil untuk mencapainya. Ya, jalurnya bisa dilalui mobil walaupun masih tanah. Untuk ke Bukit Joko Tuwo ini pengunjung harus membayar 5000 rupiah/orang. Satu hal lagi, kalau mau tidak terburu-buru seperti halnya kami, snorkelingnya dipercepat saja. Saya bahkan tidak tega mengajak teman saya untuk trekking karena saya ingin buru-buru (sorry guys, hehe). Beruntungnya, cuaca sangat bagus. Matahari terbenam saat itu betul-betul indah.

Menjelang matahari terbenam

Selama ini, saya kira saya tidak akan dapat melihatnya secara langsung


Satu hal yang tidak saya harapkan adalah adanya kerangka ikan raksasa yang disebut Ikan Joko Tuwo. Ternyata dari sini nama bukit ini, dugaan saya. Setelah googling (setelah pulang dari sana tentunya) kerangka tersebut adalah kerangka dari ikan paus yang terdampar di Pulau Karimunjawa.

Kerangka Ikan Joko Tuwo


2. Pantai Nyamplung Ragas

Nama Pantai Nyamplung Ragas ini awalnya saya tahu dari twitter beberapa waktu lalu bersamaan dengan nama Pantai Nirwana dan Legon Lele. Saat di Karimunjawa langsung saya confirm ke warga lokal. Sialnya katanya jaraknya cukup jauh, apalagi kalau berjalan kaki. Ya, jalan kaki, apalagi pilihan saya? haha..

Pagi hari kedua saya berusaha mengejar momen matahari terbit. Usai solat subuh langsung bergegas menyusuri jalan yang diarahkan oleh warga hari sebelumnya. Hanya empat orang dari kami, para cowok, karena tidak tahu sejauh apa dan tidak mau menjanjikan kepada yang lain,hehe.. Mengejar matahari terbit ini sempat dibuat nyasar awalnya. Jarang sekali penduduk setempat terlihat di jalanan sepagi itu untuk ditanyai. Kami sempat memasuki resort tempat Pantai Nirwana berada. Kami kurang beruntung karena tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga resort hari itu. Waktu semakin bergerak, praktis kami melewatkan matahari terbit.

Namun, perjalanan masih kami lanjutkan, tujuan kami berubah menjadi survei agar dapat didatangi keesokan harinya. Dengan bantuan pengarahan dari warga akhirnya kami sampai di Pantai Nyamplung Ragas. Jaraknya masih cukup jauh dari Pantai Nirwana, belum lagi jalannya naik-turun. Pantainya sendiri sepi sekali dan cukup tersembunyi. Airnya jernih dan tenang membuat saya ingin nyemplung saja,hehe..

Matahari telah naik cukup tinggi saat kami sampai di Pantai Nyamplung Ragas. (Photo by Edy)

Karang yang ada pantai

Jernihnya air pantai

Kami menikmati pantai itu tidak terlalu lama karena harus mengejar jadwal snorkeling. Khawatir kalau-kalau nanti ketinggalan. Waktu kembali kami tidak terlalu lama ternyata, tentu karena dalam perjalanan pulan kami sesekali berlari.

3. Dermaga Karimunjawa

Saya kurang begitu yakin dengan namanya karena bisa jadi tertukar dengan Pelabuhan Karimunjawa. Oke, jadi kalau tempat berlabuhnya ferry dan kapal ekspres itu saya sebut pelabuhan, sedangkan dermaga ini terletak di sisi lain pulau yang berdekatan dengan lapangan dan kantor kecamatan. Dermaga ini memang menghadap barat sehingga menjadi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam. Lokasinya juga mudah sekali dijangkau. Satu tips dari saya mungkin hari datang lebih awal karena memang akan ramai sekali di titik paling barat. Saya sendiri menjauhi kerumunan dan memilih untuk menumpang kapal yang bersandar di dermaga itu untuk menikmati matahari terbenam hari itu.

Orang-orang sudah bersiap untuk menikmati matahari terbenam. 

Menjelang matahari terbenam dengan cuaca sedikit berawan.


4. Pantai Nirwana

Di hari terakhir, kami berhasil memasuki Pantai Nirwana. Tapi pagi itu kami tidak berjalan kaki melainkan menyewa pick up. Ya.. hari terakhir itu agenda bebas bagi kami jadi rombongan saya memutuskan untuk menyewa pick up untuk menjelajahi daratan Karimunjawa. Untuk memasuki pantai ini harus membayar tiket masuk 12.500 rupiah. Tapi, saya coba nego penjaganya dan akhirnya kami dikenai tarif 10.000 rupiah saja per orang.

Karena tempat tersebut resort, jadi memang terjaga degan baik. Pantainya sendiri juga bagus sekali dengan pasir putih yang bersih dan berair tenang. Tentu saja pantai itu tepat menghadap timur yang cocok untuk menikmati matahari terbit. Di masing-masih ujung pantai terdapat karang-karang. Pohon-pohon kelapa menjulang tinggi di sisi pantai. Mungkin kami sedikit kurang beruntung karena awan menutupi cakrawala pagi itu. Tapi, keindahan matahari terbit pagi itu, satu-satunya momen matahari terbit di Karimunjawa, tetap cantik sekali.

Menunggu matahari terbit

Bangunan resort yang berada di bibir pantai

Detik-detik matahari terbit. Sayangnya cuaca sedikit berawan.


Semacam pendopo di antara pohon-pohon kelapa yang tumbuh menjulang tinggi.
Demikian tadi tempat-tempat yang saya kunjungi untuk menikmati matahari saat berada di Karimunjawa. Saya merasa beruntung karena cuacanya tidak buruk. Jadi bisa menikmati momen-momen yang indah tersebut.










Friday, April 25, 2014

Kepulauan Karimunjawa, Mimpinya Terwujud Juga (Brief)

Kontur Pulau Karimunjawa yang berbukit-bukit. Saya tidak mengira sebelumnya kalau seperti itu. Tidak lupa, air laut yang tenang khas Karimunjawa. Jadi terlihat seperti kolam renang raksasa.


Sudah dari tahun lalu saya merencanakan berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa. Tapi ntah kenapa gagal maning, gagal maning. Padahal sudah dipersiapkan. Akhirnya, April 2014 ini mimpi tersebut terwujud juga. Kepulauan Karimunjawa, Jepara, checked!

Dalam trip kali ini, jumlah akhir rombongan saya adalah 12 orang padahal awalnya berjumlah 16 orang. Orang-orang itu adalah saya sendiri, Uci, Pia, Vanes, Aje, Yunika, Ocha, Dewi, Edi, Oka, Rifki, Ardi. Sebagian besar dalam rombongan ini adalah teman-teman kampus UI saya dulu. Sebagian besar lagi adalah rekan-rekan Teknik Elektro UI 2007. Saya jadi merasa tidak enak membebankan mengurusi ini-itu kepada +Suci Ayunda, mengurusi jalan-jalan anak elektro. Jadi, sudah sepantasnya saya berterima kasih kepada beliau ini. 
Inilah rombongan 12 orang yang ke Karimunjawa. 

Walaupun trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, kami memutuskan untuk menggunakan travel agency. Ada beberapa alasan sih kenapa kami menggunakan agency. Pertama, most of peserta rombongannya adalah karyawan, untuk confirm segitu banyak hal dalam trip rada kerepotan. Kedua, tripnya sendiri hanya di Karimunjawa itu saja. Maksud saya bukan yang trip dengan jangkauan destinasi yang banyak, jadi dipasrahkan ke agency saja. Ketiga, dokumentasi pasti disediakan oleh pihak agency. Yes,,, sudah berapa kali saya trip snorkeling tapi dokumentasi bawah lautnya itu lho tidak punya. Kalau agency pasti punya kamera underwater, jadi ada kenang-kenangan yang dibawa pulang. Berikutnya, ada hal-hal yang bisa dilakukan agency dengan baik yang tidak bisa dilakukan kalau kita lakukan sendiri. Terakhir dan untuk merangkum semuanya adalah tidak perlu repot, tinggal terima jadi.

Memang kami menggunakan travel agency, tapi masih ada part menggembel ria. Kami berangkat masih menggunakan kereta ekonomi 50 ribu saja. Kami juga capek-capek berjalan dari Stasiun Poncol menuju Simpang Lima. Bahkan kami bermalam di masjid sebelum menuju Jepara. Bagi saya sih seru sekali!

Nah, kalau untuk destinasi, dalam trip Karimunjawa ini ada beberapa tempat yang kami kunjungi. Pertama, kami sempat mampir ke Lawang Sewu di Semarang. Kemudian untuk di Karimunjawa, kami snorkeling di tiga tempat, Menjangan Besar, Pulau Tengah, dan Pulau Kecil. Tempat yang lainnya adalah Pantai Nirwana, Pantai Nyamplung Ragas, Bukit Joko Tuwo, Pantai Ujung Gelam, Bukit Love dan Mangrove Taman Nasional Karimunjawa. Nah untuk cerita masing-masing destinasi akan saya post di postingan berikutnya.

Yang pasti, Kepulauan Karimunjawa ini memang indah sekali. Sulit untuk move on dari keindahan alamnya. Tidak percaya, silakan cek nanti foto-fotonya.Haha..



Related Posts: