Friday, May 12, 2017

Hal-Hal Besar Yang Disyukuri di Tahun 2016

Dalam kesempatan kali ini saya ingin menuliskan beberapa hal besar yang telah saya capai tahun lalu. Terlalu banyak hal yang bisa harus disyukuri. Namun, kali ini saya akan menceritakan tiga hal yang paling berkesan yang terjadi dalam tahun lalu:

1. Lulus Pendidikan S2
Melanjutkan pendidikan hingga tingkat master, di luar negeri,  adalah mimpi saya. Mampu menyelesaikannya berarti saya telah berhasil mencapainya, bukan lagi mimpi. Satu daftar mimpi saya akhirnya bisa di-check. Perjalanan menyelesaikan pendidikan master ini menjadi catatan untuk diri sendiri bahwa kita mampu meraih apa yang kita inginkan asalkan memiliki keinginan dan usaha yang kuat. Selain itu, ini akan menjadi pengingat kuat, bahwa kita harus berpegang pada mimpi-mimpi kita. Meski itu terlihat sulit dan mustahil. Kekuatan mimpi tidak boleh dipandang sebelah mata. 

Sesaat saya mendapatkan beasiswa, belum bisa dibilang telah menggapai mimpi tersebut. Saat itulah perjuangan dimulai. Dan sayangnya bekal saya tak cukup banyak. Begitu menurut saya. Melewati hari-hari kuliah S2 ternyata tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Ada hari-hari dimana sangat berat untuk dijalani. Namun akhirnya, perjuangannya berbuah manis. Saya bersyukur dapat menyelesaikannya. Terlebih mampu melewati masa-masa sulit yang ada. Ini menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. 

Akhirnya, kini saya bisa bilang bahwa saya telah mencapai mimpi saya tersebut. Saya bersyukur karena mampu menyelesaikannya. Saya juga bersyukur karena saya mampu melewati masa-masa sulit yang ada bersamanya. Saya pun bersyukur atas seluruh pelajaran yang saya dapatkan selama studi tersebut.

2. Menunaikan Ibadah Haji
Kalau yang satu ini jelas salah satu mimpi. Bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi ummat muslim pada umumnya. Alhamdulillah, segala puji kepada Allah, Tuhan semesta alam, mimpi ini terjawab tahun lalu dengan tidak disangka-sangka. Saya tidak pernah terpikir kalau saya mampu menunaikan ibadah haji saat usia masih muda. 

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji sudah terbersit sejak sebelum berangkat melakukan studi. Saya tahu ada rekan yang menunaikan ibadah haji usai studinya. Saat itu, saya hanya meniatkan saja, kalau memungkinkan saya juga ingin menunaikan ibadah haji selepas kuliah. Waktu itu saya hitung-hitung waktu pelaksanaan haji tepat setelah waktu kelulusan. Jadi seharusnya dari sisi waktu tidak masalah kecuali kalau kuliahnya tidak selesai tepat waktu. Untuk hal lainnya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. 

Dalam perjalannya memang niatan tadi tidak lantas semakin bulat. Ada kendala perkuliahan yang membuat saya mengesampingkan niatan itu. Ada info-info yang belum saya tahu untuk melakukan ibadah haji dari negara orang. Ada kekhawatiran masalah uang yang sudah sewajarnya memang tidak sedikit biayanya. Yang saya lakukan hanya sebatas berdo'a dan pelan-pelan menyisihkan uang saku.

Memang rencana Allah itu selalu paling baik. Dalam hal ini malah jauh lebih baik dari yang saya harapkan. Aktivitas perkuliahan diberi jalan terang oleh Allah. Info pelaksanaan haji juga demikian mudah sampai ke saya. Sedangkan untuk urusan finansial, Allah membantu dengan jalan melakukan kesempatan internship di perusahaan. Alhamdulillah biaya keberangkatan haji hampir tertutupi oleh total gaji selama saya melakukan internship. 

Akhirnya, dengan izin Allah saya mampu menunaikan ibadah haji tahun lalu. Alhamdulillahirrabbil'alamin.

3. Melakukan Internship di Perusahaan Belanda
Mengenai target perkuliahan, ada beberapa hal yang melenceng dari apa yang telah rencanakan sebelum melakukan studi saya. Salah satunya melakukan internship di perusahaan. Opsi ini tidak saya perhitungkan dalam kegiatan perkuliahan saya. 

Sebelum saya berangkat, saya sudah merencanakan untuk memperluas wawasan saya di bidang telco. Background yang saya miliki lebih condong ke wireless communication. Saya bertekad untuk belajar optical communication dan ingin mendalaminya di lingkungan laboratorium. Setidaknya demikian niatan saya.

Seiring berjalannya waktu, teknologi wireless semakin menarik bagi saya terutama karena ada cabang ilmu wireless sensor network (WSN). Sementara itu,  saya tidak bisa perform sebaik yang saya kira di bidang teknologi optik. 

Seperti didukung oleh semesta akhirnya saya mendapatkan peluang untuk melakukan penelitian terkait dengan WSN. Belum lagi saya melakukannya di salah satu perusahaan terbesar di Belanda. Saya melakukan internship saya di ASML, salah satu perusahaan pembuat mesin lithography terbesar di dunia. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar hal yang saya senangi di sebuah perusahaan dengan reputasi yang sangat baik. Dari situ, saya belajar banyak sekali. Walaupun tadinya saya mengharapkan untuk mengerjakan penelitian di laboratorium. Saya kira memang pada akhirnya itulah yang saya butuhkan. Saya juga mendapatkan uang tambahan untuk sehingga menjadi tambahan tabungan untuk melakukan ibadah haji. Sekali lagi saya disadarkan memang segalanya sudah diatur oleh Allah dengan cara yang paling baik. 

Ketiga hal tersebut adalah sebagian nikmat yang paling berkesan diantara nikmat-nikmat lainnya yang saya peroleh saat menjalani studi S2. Allah telah mengajarkan banyak hal dan jauh lebih baik dari yang diharapkan. Tahun lalu menjadi penutup dari perjalanan perkuliahan saya yang menyisakan pengalaman yang sangat berharga.