Wednesday, October 20, 2010

JARINGAN INTERLOKAL

This is another my assignment.
But, it is from other subject, Jaringan Telekomunikasi (Communication Network)
On this article*actually a powerpoint resume is talking about Jaringan Interlokal or let's say Non-Local (Inter Regional) Network. Well, that is my own jargon cause I don't know what the real jargon is. It is briefly mention around what is the network means, the hierarchy of the network, routing, signalling, numbering and also charging in the network. This network is mainly related to fix telephone network or perhaps it can be related to it in order to ease in understand. Again I mention that hopefully it will be helpful. Thank you and I apologize whether it is written in bahasa.
=============================================================
JARINGAN INTERLOKAL

Oleh Kelompok 8:
Daryanto
Rhyando A
Rizky ATA
Rudi Saputra
M. Gavin
==============================================================

A. Pendahuluan
Jaringan interlokal merupakan suatu jaringan yang menghubungkan dua buah sentral lokal atau lebih antar kota yang berbeda. Jaringan ini merupakan perpanjangan jaringan lokal yang hanya mencakup satu cakupan daerah kota tertentu. Dengan demikian, antara kota satu dengan kota lainnya dapat berkomunikasi satu sama lain.
Berdasarkan perkembangannya, terdapat beberapa teknik penyambungan dari jaringan interlokal ini, yaitu:
• Interlokal manual menghubungkan lokal-lokal manual
• Interlokal manual menghubungkan lokal-lokal otomatis
• Interlokal otomatis menghubungkan lokal-lokal manual
• Interlokal otomatis menghubungkan lokal-lokal otomatis (Operator dialling)
• Interlokal otomatis dimana penyambungannya dilakukan sendiri oleh pelanggan dari pesawat teleponnya (STD / Subscriber Trunk Dialling)
Dari kelima teknik tersebut teknik STD merupakan teknik paling baru. Dengan teknik STD tersebut merupakan teknik yang dipakai pada Sambungan Langsung Jarak Jarah (SLJJ). Selain itu, dari teknik penyambungan terlihat bahwa adanya penyambungan otomatis dan manual. Perbedaan antara keduanya yaitu:
• Pada sambungan interlokal manual terdapat :
- Informasi antara pelanggan dengan operator
- Informasi antar operator
- Sifat interlokal
• Pada sambungan interlokal otomatis terdapat informasi-informasi tersebut digantikan oleh :
- Pulsa-pulsa dialing dari pelanggan untuk mengerjakan alat-alat switching
- Nada-nada yang dikirim kepada pelanggan
- Pertukaran sinyal antar sentral
- Pencatatan tarif
B. Konfigurasi Jaringan Interlokal
Untuk menyelenggarakan sistem komunikasi Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) tersebut terdapat tingkatan atau level dari sentral yang menggambarkan tingkat jaringan. Sementara itu, agar konfigurasi jaringan dan penomoran menjadi lebih sistematis, maka perlu adanya routing dan zoning pada penyelenggaraan sambungan tersebut. Untuk menentukan zoning perlu dipertimbangkan hal-hal berikut ini:
• Jumlah pelanggan dan sentral pada suatu wilayah
• Luas geografis
• Kepadatan penduduk dan fungsi daerah
• Bentuk geografis (Kepulauan/daratan luas)

C. Hierarki Jaringan Nasional
Pada jaringan nasional macam-macam tingkatan tersebut dibuat sedemikian rupa pelanggan-pelanggan disambung pada tingkat sentral local. Sentral-sentral ini disambungkan oleh sentral tandem lokal di dalam daerah lokalnya. Untuk yang lebih luas jangkauannya disambungkan ke sentral tandem regional ataupun nasional.


D. Jaringan Trunk
Dilihat dari cara tersambungnya sentral-sentral lokal melalui penghubung, maka jaringan penghubung dapat dibedakan atas :
a. Jaringan Penghubung Bentuk Bintang
b. Jaringan Penghubung Bentuk Bintang Mata Jala
c. Jaringan Mata Jala
Jaringan trunk berfungsi untuk menghubungkan antar sentral telekomunikasi yang terletak dikota yang berbeda. Dilihat dari jalur yang dilewatinya, maka jaringantrunk dapat dibedakan atas :
- Jaringantrunk utama (black bone) Jaringantrunk jenis ini berfungsi untuk menyalurkan lalu lintas telekomunikasi yang padat dari dan ke kota-kota besar atau kecil.
- Jaringantrunk spur route Jaringantrunk seperti ini merupakan cabang dari jaringan trunk utama tadi, yang berfungsi untuk menyalurkan lalu lintas telekomunikasi dari dan ke kota-kota kecil.
- Jaringantrunk remote Jaringantrunk jenis ini berfungsi menghubungkan sentral- sentral telekomunikasi antara daerah terpencil
E. Routing
Proses pencarian jalan yang digunakan pada penyambungan jarak jauh ke suatu tujuan yang dimaksud oleh pelanggan yang memanggil. Jalan yang dipilih pada penyelenggaraan penyambungan tersebit diusahakan merupakan transmisi yang pada saat itu merupakan jalan yang terbaik:
- Jarak yang ditempuh sependek mungkin
- Alat yang digunakan untuk penyambungan sedikit mungkin
Persyaratan-persyaratan alat-alat routing:
- Dapat menerima dan mengerti informasi-informasi, berupa pulsa dialling atau signal-signal kode yang dikirimkan oleh pesawat pelanggan atau oleh sentral transit sebelumnya
- Mengetahui jalan/route yang dimaksud oleh informasi tersebut
- Dapat dengan cepatdan tepat memilih jalan yang terbaik bila terdapat beberapa alternatif tersedia
- Dapat mengatur pelaksanaan penyambungan sejauh mungkin sampai sentral ujung pelanggan yang dipanggil berada
Pada sambungan interlokal, routing diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
- Direct Route
- Alternate Route
- Last Choice Route
- Route Memutar
F. Penomoran
Penomoran adalah suatu mekanisme pemberian digit atau kode tertentu pada pelanggan. Penomoran ini berdasarkan rekomendasi ITU-T E.164. Adanya penomoran ini bertujuan untuk:
- Memberikan identitas pada pelanggan
- Merutekan setiap panggilan
- Charging (pentarifan)
Penomoran dalam jaringan interlokal terdiri dari beberapa bagian :
- Nomor Pelanggan
- Kode local exchange (LE)
- Kode trunk
- Trunk prefix
G. Pentarifan
Charging merupakan penarikan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan untuk melakukan panggilan tertentu. Charging merupakan hal yang vital untuk keberlangsungan penyelenggara telekomunikasi.
Terdapat 2 cara pentarifan:
1. Itemised Bill(identitas pelanggan dikirimkan ke sentral primer) -> pentarifan yang diletakkan pada sentral lokal yangf mengirimkan routing digit yang diikuti identitasnya.
2. Bulk Bill(informasi pelanggan yang dikirimkan mundur ke sentral lokalnya) -> Peralatan charging menerima sinyal jawaban dari pelanggan yang dipanggil
H. Signaling
Signaling merupakan pertukaran informasi elektris yang diperlukan sentral, khususnya yang berhubungan dengan pengawasan dan terjadinya penyambungan suatu komunikasi. Berdasarakan tempatnya, signaling dibagi menjadi berikut ini:
• Jaringan antara pelanggan dengan sentral
• Jaringan antar sentral
- Jarak dekat
- Jarak jauh
In-band signalling
Out of band signalling
Sedangakan berdasarkan kegunaannya signaling dibagi menjadi:
• Supervisory signalling
• Register signalling
Sedangkan berdasarkan teknik pengirimannya, signaling dibagi:
• Link by link signalling
• End to end signalling