Monday, October 11, 2010

Guest Lecturer of Entrepreneurship Class: Tips from Software Development Owner

Again,,here is one of my assignment
perhaps, this blog is going to be filled mainly by my assignment...*hopefully noooo..
yet,,i love this class, that's why i want to share it..
don't be bothered with all my recent post boring stuff,hehe..
And again, this assignment is written down in bahasa, my apology..


======================================================================
Menengok Bisnis IT di Bidang Pengembangan Perangkat Lunak (Software)
Kuliah Tamu oleh Bapak Johan

Perkembangan dunia Teknologi Informasi yang tergolong pesat membuka peluang bagi dunia bisnis pula. Salah satu yang menjadi perhatian lebih dalam bisnis ini adalah bisnis pengembangan software (perangkat lunak). Bisnis ini merupakan bisnis yang mengakomodir berbagai pihak yang memiliki permintaan tertentu. Bapak Johan Nesken merupakan salah satu orang yang memiliki usaha di bidang pengembangan perangkat lunak ini. Pada suatu kesempatan beliau memberikan beberapa penjelasan terkait dengan usaha ini.
Pada awal berdirinya usaha yang dirintisnya tersebut, terjadi suatu fenomena yang cukup ‘aneh’ bagi perusahaan Bapak Johan tersebut. Pasalnya, dengan adanya berbagai kekurangan pada perusahaan tersebut permintaan dari klien ternyata cukup tinggi. Kekurangan-kekurangan tersebut antara lain, cash flow perusahaan yang kacau, pengiriman proyek ke klien yang buruk, serta sikap perusahaan terhadap klien yang kurang begitu baik. Akan tetapi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwasanya masih banyak permintaan dari klien kepada perusahaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa peluang bisnis di bidang ini cukup besar. Selain itu, hal ini juga menyadarkan Pak Johan sendiri bahwa perlu diadakan pembenahan terhadap perusahaan yang dia pimpin.
Berdasarkan pengalaman yang dia peroleh terdapat empat aspek penting dalam menjalankan suatu perusahaan yakni keuangan (financial perspective), produksi (production perspective), pelanggan (customer perspective) serta karyawan (people perspective) dari perusahaan tersebut. Walaupun memiliki latar belakang di bidang IT, aspek-aspek tersebut dapat berlaku untuk segala jenis perusahaan, tidak hanya bagi perusahaan berbasis IT saja. Dari keseluruhan aspek tersebut, tiap-tiap aspek memiliki detil masing-masing yang musti diperhatikan dan dijaga dengan baik. Akan tetapi, menurut Pak Johan secara general suatu perusahaan akan terlihat baik apabila memiliki cash flow keuangan yang jelas, memperhatikan kepuasan pelanggan, serta perbaikan segala hal terkait dengan kegiatan produksi. Ketiga hal tersebut yang cukup ditekankan dalam memelihara suatu perusahaan.
Selain mempertimbangkan aspek-aspek vital yang telah disebutkan terkait dengan jalannya suatu perusahaan, terdapat hal penting lain yang masuk dalam daftar pertimbangan yang disebut sebagai stop list. Stop list ini merupakan beberapa hal yang harus dijaga agar tetap di luar dari apa yang sedang perusahaan jalankan. Hal ini dilakukan agar perusahaan tetap berkonsentrasi pada hal yang seharusnya dikerjakan serta menunjukkan komitmen dan konsistensi perusahaan atas produksinya. Satu hal yang ditekankan untuk dijadikan stop list terkait bisnis pengembangan perangkat lunak ini adalah jangan menerima permintaan dari klien yang tidak relevan dengan teknologi yang kita kuasai. Misalnya, apabila suatu klien meminta untuk mengembangkan perangkat lunak dengan pemrograman berbasis Java sedangakan yang benar-benar dikuasai adalah dengan pemrograman dengan bahasa C, maka jangan diterima permintaan klien tersebut. Walaupun sepertinya pada dasarnya memiliki algoritma yang sama, ada beberapa hal yang tidak bisa disamakan begitu saja. Alhasil, akan memakan waktu lebih untuk mempelajari lagi yang nantinya akan berimbas pada efisiensi waktu dan kualitas produksinya. Hal ini juga akan mempengaruhi kepuasan klien.
Setelah memberikan penjelasan mengenai beberapa aspek yang cukup penting dalam menjalankan suatu perusahaan, Pak Johan melanjutkan dengan memberikan beberapa tips langkah-langkah yang diambilnya dalam menjalankan perusahaannya, yaitu:
1. Membuat ikatan yang kuat dengan Tuhan
Tips pertama yang diberikan oleh Pak Johan adalah membuat suatu ikatan yang kuat dengan sang pencipta. Hal yang diyakininya adalah bahwa Tuhan mampu melakukan apapun kepada manusia dalam waktu instan. Sebagai seorang muslim, beliau meyakini bahwa Allah memiliki sifat Al Baashit yang artinya memberik kelapangan. Pasalnya, dalam dunia bisnis, sering sekali dijumpai orang-orang yang hidupnya tertekan atas hal-hal yang dijalaninya seperti tuntutan pekerjaan, keuangan, dan lain sebagainya. Untuk itu, dia selalu meminta kepada Tuhan agar diberikan kelapangan atas segala urusan yang dijalaninya
2. Mempererat diri dengan kehidupan keluarga
Menurut beliau, keluarga merupakan tempat yang berisi orang-orang terdekat. Untuk itu, ikatan dengan keluarga harus terjalin dengan kuat. Sebagai orang-orang terdekatnya, keluarga inilah yang menjadi pendukung utama ketika menjalankan usaha. Dari mulai membangun suatu perusahaan, pihak keluarga sedapat mungkin harus diyakinkan atas usahanya tersebut. Dengan demikian, ketika perusahaan berjalan dan terdapat hal-hal yang tidak diinginkan, keseluruhan keluarga akan terus mendukung kita.
3. Berani “menjual diri” dan menjual bisnis
Business is all about selling. Jadi jangan harap bisa sukses kalau tidak punya keberanian untuk menjual. Pak Johan memang mengiyakan bahwasanya bagi sebagian orang cukup sulit untuk “menjual diri”-nya untuk mempromosikan bisnisnya. Akan tetapi, memang inilah jalan yang harus ditempuh. Logikanya, bagaimana orang tahu atas apa yang anda kerjakan apabila tidak diumumkan ke khalayak ramai apakah diri anda dan apakah bisnis anda.
4. Senang, Tersenyum, dan Tertawa
Kebahagiaan menjadi kebutuhan pribadi yang akan mempengaruhi keseluruhan kehidupan kita. Oleh karena itu, mencari hal-hal yang membuat tersenyum, tertawa, dan bahagia akan memberikan dampak positif bagi bisnis yang kita jalankan. Pada prinsipnya, membangun suatu usaha merupakan salah satu cara untuk membuat hidup kita bahagia. Ironis sekali apabila kehidupan kita berantakan dan tidak bahagia karena bisnis yang kita jalankan. Dengan demikian, bersenang-senanglah, doa sangat baik untuk hidup kita, makan makanan sehat serta katakan pada semua orang bahwa kau selalu menyayangi mereka.
5. Buat Mimpimu
Membuat daftar atas apa-apa yang ingin dimiliki atau dilakukan dalam kehidupan juga menjadi hal yang penting. Hal ini mungkin masih menjadi bagian dari pencarian kebahagiaan yang telah disebutkan sebelumnya. Jadikan mimpi-mimpi yang telah ditentukan sebagai motivasi untuk menjalankan bisnis yang sedang dijalankan. Selain itu, berkecimpunglah dengan orang-orang yang berpotensial membantu mencapai mimpi-mimpi tersebut dan jauhi orang-orang yang mungkin dapat menghambat anda dalam mencapai mimpi tersebut.
6. Jadilah Partner Yang Baik
Dalam berbisnis erat kaitannya dengan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, menjadi orang yang selalu bersikap baik kepada orang lain menjadi hal yang sangat penting. Membuat jadwal serta prioritas kegiatan ketika bertemu dengan rekan bisnis perlu dilakukan. Usahakan menghindari perkataan-perkataan negatif dan cobalah untuk mengerti rekan kerja anda.
7. Membuat Mentorship
Dalam rangka mencapai kesukesan bisnis anda, carilah seorang mentor yang terlebih dulu berhasil menjalankan bisnis di bidang terkait. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh kiat-kiat kesukesannya. Jangan sungkan untuk berbagi dengan mentor tersebut. Selain itu, segala kritik dan saran baik dari klien, manager, keseluruhan tim dan lain-lain harus diterima dengan baik. Hal ini akan memperbaiki kualitas kinerja perusahaan.
Demikian beberapa kiat yang dibagi oleh Pak Johan sebagai pemilik suatu perusahaan pengembangan perangkat lunak.