Friday, August 15, 2014

Lombok Jilid 2!! Merasa Lebih Dan Merasa Kurang

Inilah pe-er saya banget. Salah satu jalan-jalan paling mengesankan yang saya alami tapi belum juga nyangkut di blog ini. Tadinya mau dibuat sebaik mungkin dengan segala macam detilnya. Apa daya ternyata waktu dan kemampuan tak kunjung datang. Dan jadilah seperti ini, saya mungkin hanya akan memposting foto-foto sebagai memoar. Ah ya, juga sebagai pengobat rasa berdosa karena postingan ini tidak jadi-jadi. 

Emm..jadi bagaimana membuat postingan ini simpel ya? Let me just write down all the interesting things I met on the journey:

1. Pertama-tama, jalan-jalan kali ini semacam apa ya? Tidak begitu direncanakan, mengiyakan ajakan teman, masih penasaran parah sama lombok, self-promise sebelum hengkang ke negeri orang, atau apalah itu. Jadi ada teman, Ade, yang ingin sekali ke Rinjani, okay saya juga pengin sih, dan tidak pada saat itu kebetulan kenal dengan anak UGM, Fida, yang dengan rombongannya merencanakan ke Rinjani dan dengan tidak tahu malu langsung minta ikut,haha...Klop semuanya! Dan saya merasa tertantang.. Jadilah kami berdua anak UI tersangkut di rombongan anak UGM.

2. Nyasar di rombongan anak UGM masih kurang menantang sepertinya bagi saya. I took several days earlier to visit Lombok dengan tujuan mau jalan-jalan terlebih dahulu. Sendirian. Eh, awalnya sih memang ingin berdua dengan Ade, sayangnya dia ketinggalan pesawat. Kami punya jalan kami masing-masing, ceilah.. Dan benar saja, di luar ""menu utama", Rinjani, saya berhasil menjelajahi bawah laut, pantai-pantai, dan air terjun. Nanti ya detilnya.

3. It was not really "sendirian". Ya maksudnya jalan dari rumahnya sendirian. Di tempat tujuan pastilah menemukan partner jalan-jalan. We call it Backpacker Rempong, entah kenapa. Saya harus berterima kasih kepada mereka tentunya. Tanpa mereka, I surely would not have had those experiences. Thank you guys!

4. Dan dimanakah tepatnya saya menemukan mereka? Di Rumah Singgah Backpacker Lombok! Sebuah rumah yang jadi basecamp buat para backpacker yang pergi ke Lombok. Free to stay! Lumayan kan buat menghemat. Selain itu, bisa juga mendapatkan partner jalan seperti saya yang pasti menghemat ongkos. Not to mention that there will be a lot of information mengenai destinasi wisata di Lombok. Bolehlah itu dibuang segala catatan tentang Lombok. Bisa tanya Bapak, Mamak, atau teman-teman Backpacker Lombok. They'll be glad to help. And I also absolutely thanks to Bapak, Mamak, dan semuanya yang saya temui di Lombok. Every experience we have shared each other, benar-benar mengesankan.

5. Mungkin ini akan jadi yang terakhir, soal kuliner di Lombok, akhirnya saya mencoba sebagian besar makanan khas Lombok itu. Sate Rembige, Sate Bulayak, Nasi Balap Puyung, Bebalung, Ayam Taliwang, Plecing Kangkung. Banyak kan? Satu lagi, sambel mantap buatan Mamak yang hanya bisa ditemukan di Rumah Singgah. Surely, wajib dicoba!

Here we go, the most interesting part! Semua destinasi yang saya kunjungi. I am afraid it will be only pictures. If  I try to describe it, saya tidak tahu apakah saya sanggup, haha..


1. Snorkeling dan Island Hopping di Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis.
Langsung saja ya...di sinilah tempat snorkeling terbaik yang pernah saya alami. Ikan-ikan yang ditemui besar-besar dan tidak takut untuk berenang-renang dengan kita. Keragaman karangnya juga sangat luar biasa. Pokonya benar-benar dibuat betah untuk menikmati pemandangan bawah lautnya. Pantainya juga bersih dengan pasir yang sangat halus. Kalau ingin melihat perairan dengan warna yang tergradasi, di sini juga tempatnya. Dan,  yang ada hanya foto di atas permukaan laut. Harap maklum,hehe..

Warna laut dengan gradasi warna yang berbeda

Jernihnya air laut di Gili Sundak

Satu-satunya penginapan yang terdapat di Gili Sundak

2. Touring Pantai Selatan Lombok, Pantai Selong Belanak, Pantai Semeti, Tanjung Aan, dan Pantai Kuta.
Kali ini, saya tidak menyangka kalau-kalau akan menyusuri pantai-pantai di Lombok pesisir selatan dengan menggunakan sepeda motor. Beruntung sekali dapet partner backpacker yang sakti waktu itu. Dan jadilah beberapa pantai berhasil ditaklukan dengan modal sepeda motor.

Pemandangan alam dalam perjalanan menuju pantai-pantai pesisir selatan

Jalanan yang sangat sepi tapi kualitas jalannya bagus jadi sangat enak untuk touring menggunakan motor

Pantai Selong Belanak dengan pasir yang sangat putih

Tidak hanya putih, pasirnya juga sangat halus.

Garis pantai dari Pantai Selong Belanak termasuk sangat panjang


Pantai ini juga dapat dinikmati dengan selancar


Perbukitan menjadi background Pantai Selong Belanak di kejauhan



Pantai Semeti memiliki pasir yang tidak kalah putih dengan Pantai Selong Belanak. Akan tetapi, tipikal butiran pasirnya besar-besar seperti merica.


Sedikit sekali pengunjung yang mendatangi pantai ini lantaran lokasinya yang lumayan jauh. Saat itu hanya kami saja yang mengunjungi. Tapi terbayarkan dengan pemandangan yang sangat cantik.

Tipikal ombak di pantai ini juga memiliki ombak dengan arus yang cukup kuat. Airnya juga sangat jernih.


Salah satu ujung pantai ditutup dengan karang bertekstur sangat unik. Baru sekali ini saya menemukan karang dengan tekstur yang demikian.

Meskipun tidak memiliki garis pantai yang panjang, pemandangan pantai ini menyuguhkan hal yang berbeda. Perbukitan hijau terhampar di luas di belakan pantai ini.



Dengan mendaki karang unik tersebut, bisa kita lihat laut lepas Samudera Hindia. Saya sendiri takjub dengan adanya air yang berwarna lebih muda dibandingkan sekitarnya. E

Bisa juga mendapati detil karang secara menyeluruh dengan mendaki karang tersebut.

Tanjung Aan memiliki pantai dengan pasir yang halus dan berwarna putih juga.

Namun, pantai ini agak sedikit kotor karena sampah laut (semacam tanaman, tapi bukan sampah manusia). Tipikal arusnya juga relatif tenang.

Kalau Pantai Kuta, saya pernah kesana sebelumnya. Yang menjadi perhatian adalah pasirnya yang besar-besar seperti merica.
3. Menu Utama, Menggapai Puncak Rinjani!
Destinasi Gunung Rinjani ini menjadi tujuan utama saya ke Lombok. Mengingat sebentar lagi meninggalkan tanah air, saya rela-rela saja merelakan ongkos yang lumayan untuk trip ke Lombok ini, khususnya mendaki Rinjani. Dan saya sungguh-sungguh tidak menyesal bahkan sangat puas dengan pilihan saya tersebut. Dan berikut ini foto-foto rekam jejak pendakian saya ke Gunung Rinjani.

Di awal pendakian, medan yang ditemui adalah bentangan sabana yang hijau dan sangat luas dengan background pegunungan yang menjulang tinggi. Baru dimulai saja sudah dibuat takjub oleh pemandangan yang indah ini.

Sepanjang awal pendakian, rerumputan yang ada di sepanjang jalan. Akan terasa panas sekali kalau tidak ada awan di atas kepala kita.

Terkadang, dengan tiba-tiba kabut turun. Cukup membuat udara nyaman, tapi jarang pandang kita jadi terbatas.
Ini adalah pemandangan dari camp tenda pertama kami sesaat setalah matahari terbit.

Masih dari camp tenda kami, ketika beranjak siang, ciri khas pemandangan perbukitan yang hijau ada di depan mata kita.
Ini adalah pintu masuk Plawangan Sembalun. Tempat ini dijadikan camping ground sebelum Puncak Rinjani.

Jalur yang harus dilalui untuk mencapai puncak hanyalah punggungan gunung yang tidak begitu lebar. 

Perjuangan berat adalah di tanjakan ini. Tidak hanya jalurnya yang berpasir sehingga sulit untuk didaki, tetapi juga jalurnya sempit dengan kanan-kiri berupa jurang sehingga harus berhati-hati. Ditambah lagi, anginnya juga sangat kencang.

Tebing-tebing sisi puncak 

Segara Anakan, foto bukan di ambil dari puncak melainkan dalam perjalanan  turun. Jadi, kalau tidak sanggup sampai puncak, menikmati pemandangan ini pun tidak perlu sesulit itu.

Puncak Rinjani apabila dilihat dari kejauhan

Perjalanan menuju Segara Anakan menyajikan pemandangan yang tidak kalah menakjubkan. Lembah-lembah perbukitan yang hijau dengan sesekali disapu kabut putih.

Istirahat menjadi kegiatan untuk melepas lelah dan recovery energi serta menikmati pemandangan jalur yang dilalui

Dengan menembus lereng perbukitan ini, akan sampai di Segara Anakan
Suasana di Segara Anakan saat matahari terbit

Beberapa orang menghabiskan waktunya di danau


Memancing menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan di Segara Anakan. 
Gunung muda (lupa namanya) yang ada di Segara Anakan

Pemandangan Segara Anakan yang bersih seperti ini hanya berlangsung beberapa jam saja saat pagi. Menjelang siang kabut bisa saja turun dan bahkan menutupi danau tersebut.
Jangan hanya terpesona oleh keindahan Danau Segara Anakan. Di sisi lainnya ada pemandangan lembah hijau yang sangat cantik apalagi saat matahari terbit.


Bagi saya, potongan pemandangan ini mengingatkan akan Ranu Kumbolo atau Mandalawangi. Ada semacam kemiripan dalam komposisi tersebut.

Perbukitan hijau dan birunya langit seperti ini yang membuat saya sangat mengagumi tempat ini.

Ketika matahari baru saja terbit, pemandangannya akan seperti ini. So magical!

  
Ah ya..saya menganggap tempat ini layaknya surga karena terlalu banyak yang dapat dinikmati. Tidak hanya Segara Anakan dan perbukitannya, ada pula air terjun dan air panasnya. Tentu membuat kita ingin berlama-lama disana.
Dalam perjalanan pulang, saya mendapati pemandangan yang bersih tanpa kabut. Ternyata dari kejauhan dapat terlihat Puncak Rinjani.

Bukit ini juga tidak saya temui saat saya berangkat mendaki. Saat saya turun, beruntunglah saya memiliki kesempatan untuk melihatnya.
4. Wisata Air Terjun dan Kuliner

Yak, hari-hari setelah turun Rinjani saya manfaatkan untuk wisata kuliner dan membeli oleh-oleh. Sayangnya tidak ada foto-foto terkait wisata kuliner ataupun membeli oleh-oleh. Intinya saya cukup puas dengan banyaknya makanan asli Lombok yang sempat saya coba saat itu. Semuanya sudah saya sebutkan sebelumnya. Dan ternyata, saya masih mendapatkan satu kesempatan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Lombok, yaitu Air Terjun Benang Setokel. Air terjun yang benar-benar berbeda daripada air terjun pada umumnya. Yang perlu dicatat, kalau ingin mencapai tempat ini, harus berani bercapek-capek ria untuk trekking beberapa waktu.




Well...Akhirnya hutang saya lunas untuk membuat postingan ini. Seriously, saya mendapatkan lebih dari apa yang saya bayangkan baik pengalaman destinasi wisatanya maupun bertemu teman-teman barunya. Tidak lain yang harus saya lakukan adalah mensyukurinya. Tapi, tidak pula saya pungkiri kalau saya masih merasa kurang. Masih ingin bertahan beberapa waktu di sana. Kita lihat, apakah saya bisa kembali lagi Lombok. Kalau ada kesempatan lagi, tentu saja saya akan mengambilnya. 

Dan setelah ini, cerita akan sedikit berbeda. Semoga masih ada waktu luang untuk main-main kemari.