Friday, August 16, 2013

Berbagi Bersama Wreda - Baksos Kopdar Sehati #4

"Bajunya bagus nek,, bikin sendiri ya? Buat siapa?", tanya saya heran melihat seorang nenek membuat gaun kuning dengan manik-manik untuk balita, bagus.

"Iya, nak.. Untuk suster yang jaga disini. Dia punya anak yang masih kecil.", balas nenek tersebut.



Hari kedua Bakti Sosial Kopdar Sehati Season #4 adalah Panti Wreda Budi Mulia, Cipayung. Beberapa hari sebelumnya saya sudah melakukan konfirmasi untuk bahwa kami ingin mengadakan baksos di tempat tersebut. Alat-alat kebersihan seperti sapu, pel, karbol, sabun mandi, sikat+pasta gigi juga sudah dibeli sebelumnya. Ustadz yang rencananya akan mengisi tausiyah juga sudah dihubungi. Makanan 250 box untuk berbuka juga sudah dipesan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini baksos yang kami adakan menyasar kedua tempat. Tema kesehatan yang kami pilih saat perencanaan awal mengarah kepada anak kecil dan orang yang sepuh. Untuk sasaran anak kecil kami memilih mengunjungi adik-adik thalassemia sedangkan untuk orang yang sepuh kita sepakat untuk mengunjungi panti wreda, yang mana Panti Budi Mulia di Cipayung tersebut. Alasannya sederhana saja karena memang kami hanya ingin mengunjungi kakek-nenek tersebut. Berdasarkan survey sebelumnya, mereka sangat senang jika ada yang mengunjungi, hanya dikunjungi saja. Ditambah lagi, kakek-nenek yang tinggal di panti milik pemprov Jakarta ini adalah kakek-nenek yang terlantar, bukan yang sengaja dititipkan oleh keluarganya. Wajar saja apabila mereka sangat senang walau hanya dikunjungi.

Acara yang kami rancang memang terbilang sederhana. Kami hanya memanggil ustadz untuk memberikan tausiyah menjelang berbuka puasa. Selanjutnya kami membagikan nasi box ke tiap-tiap kakek-nenek yang ada untuk berbuka. Dan, selain itu, ada bingkisan berupa alat-alat kebersihan yang diserahkan kepada pantinya sendiri.

Kesederhanaan acara yang kami buat, selain karena waktu juga karena minimnya SDM dan dana. Beberapa hari menjelang pelaksanaan, dana yang masuk tidak mencapai target kami. Alhasil, kami harus mengejar untuk menutupi anggaran buka puasa-anggaran terbesar. Kami dipesan oleh pengurus panti bahwasanya apabila kakek-nenek diberi sesuatu (dalam hal ini makanan buka puasa) seluruh kakek-nenek harus diberi, tidak boleh hanya sebagian yang diberi. Kalau hanya diberi yang sebagian, sebagian lainnya akan iri. Belanja bingkisan pun akhirnya kurang dari target. Sementara itu, pada hari pelaksanaan beberapa teman kami tidak dapat menghadiri acaranya. Padahal kami harus berkeliling ke tiap wisma untuk membagi-bagikan santapan buka puasa masing-masing kakek-nenek. Jumlah kakek-nenek yang banyak dan beberapa lokasi wisma harus dijadikan perhatian.





Akan tetapi, pada akhirnya Allah memang Maha Besar. Niat baik kami dijawab. Terdapat  donasi yang berlebih menjelang pelaksanaan. Akhirnya kami berikan langsung saja secara tunai kepada pengurus panti. Tidak hanya itu, kami pun berhasil mengajak beberapa teman kami untuk sumbang tenaga membagikan buka puasa ke tiap-tiap wisma.

Usia senja tidak mengurangi semangat kakek-nenek yang kami kunjungi. Berdasarkan info dari pengurus panti, sebagian besar kakek-nenek di sana tetap berpuasa. Salut! Saat berbuka tiba pun mereka lebih memilih untuk solat magrib terlebih dahulu bukannya menyantap buka puasa yang kami bagikan. Kepedulian mereka juga patut diacungi jempol. Salah seorang nenek membantu saya membagikan nasi box dengan sigap saat mendekati waktu berbuka sedangkan saya hanya sendirian. Ada juga nenek yang menuntun nenek lainnya dengan telaten saat menuju mushola untuk solat magrib. 

Kegiatan sehari-harinya pun sepertinya sangat produktif. Seperti yang tersirat dalam potongan percakapan di awal, para nenek terbiasa menyibukkan diri dengan membuat kerajinan. Hasil kerajinannya pun terpampang di bagian depan. Selain itu, ada juga angklung yang ada di aula yang sepertinya juga dipakai kakek-nenek untuk menghibur diri. 



Kelebihan donasi ternyata masih terbilang cukup banyak. Kami pun memutuskan untuk turut menyumbang panti balita yang berada satu kompleks dengan panti wreda tersebut. Selain uang tunai, sisa bingkisan alat gambar untuk adik-adik thalassemia hari sebelumnya juga kami berikan ke panti balita tersebut. (Update: bahkan usai acara-acara tersebut, masih terdapat dana yang lebih saat ini, alhamdulillah)

Akhirnya saya ucapkan kepada teman-teman saya di Kopdar Sehati yang walaupun sibuk dengan urusan masing-masing masih menyempatkan berkontribusi untuk acara ini. Kepada pengurus Panti Wreda Budi Mulia, Ustadz Muhammad Hamdi dan volunteer dadakan agung, oka, rifki saya ucapkan terima kasih pula. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT.


Demikianlah acara Baksos Kopdar Sehati Season #4 di  Bulan Suci Ramadhan ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung sehingga acara ini berjalan lancar. Special thanks to donatur sebagai penyuplai dana. Semoga acara ini bermanfaat bagi siapapun.





Untuk acara kegiatan dengan adik-adik thalassemia dapat dilihat di sini.