Sunday, June 10, 2012

Get away in Pacitan - Pantai Klayar and Gua Gong


Inilah salah satu alasan saya stay di pekerjaan ini, dikirim kemana-mana and I can "get away" while doing my job. Pernah sekali waktu saya mendapat kesempatan standby di kotanya Bapak Presiden kita (periode 2004-2014) yaitu kota pacitan. Kalau dari lokasinya kota ini posisinya di pesisir selatan provinsi Jawa Timur. Usut punya usut kotanya Bapak Presiden ini memiliki beberapa tempat wisata yang oke. Karena sembari kerja (which was I only got plenty time) saya cuma bisa mengunjungi Pantai Klayar dan Gua Gong.

Dua tempat ini saya pilih setelah googling sana-sini. Dengan sedikit mengorbankan waktu kerja saya (seharusnya standby tapi malah sneak out sejauh dua jam perjalanan dari tempat saya standby *tutup mulut*), saya bulatkan tekad untuk jalan bahkan semenjak subuh. Inipun harus memberanikan diri membujuk driver untuk kesana.


Sebelum membahas kedua tempat tadi, perjalanan menuju kota pacitan juga ga kalah menarik. Untuk berangkat dari Surabaya, rute saya ke daerah madiun, kemudian ke ponorogo, dilanjut ke pacitan (sebenarnya ini rute pekerjaan saya). Dari surabaya sampai ponorogo perjalanannya biasa saja. Hanya saja sesekali terlihat sawah atau ladang tebu yang adem untuk dilihat. Perjalanan Ponorogo-Pacitanlah yang cukup hemm,,memorable. Jalur yang dilalui itu melewati pegunungan, jalanannya sempit dan rawan longsor. Beberapa kali saya jumpai bekas longsor yang dibersihkan oleh warga setempat *mungkin* (serem gila! ga kebayang kalau jalan tiba-tiba kedenger grudug-grudug dari arah tebing). Yak, sisi kanan jalan dalam perjalanan ke Pacitan adalah tebing, sisi kirinya sungai yang cukup besar (Thank God bukan jurang). Saya cukup menyesal tidak mengabadikan view sungai besar dengan hamparan batu-batu dan ada jembatan gantung (I thought I was not in Indonesia). 


Balik lagi ke perjuangan saya mencapai Pantai Klayar dan Gua Gong, that it was not pretty easy, yeahh.. Seperti yang saya bilang saya harus jalan setelah subuh selain memang karena medannya tidak mudah jaraknya cukup jauh. Well, perjalanan ke pantai klayar cukup breath-taking, jalan sempit, naik-turun, berkelok-kelok, bersisi tebing-jurang, however ijooo :D Then finally I made it.

Untuk masuk ternyata saya tidak perlu membayar biaya apapun (pada akhirnya baru tau kalau saya datang terlalu pagi-sekitar jam 6 pagi dan penjaga tiketnya belum datang, kalau-kalau mau gratisan bisa menggunakan cara ini :D ). Tidak sabar lagi, saya langsung ajak turun. Pengunjungnya hanya berdua-saya dan driver. Dan...subhanallah.. Allah memang Maha Sempurna, setiap sisi keren parah.









 Sedikit deskripsi tentang pantai ini, Pantai Klayar secara geografis menghadap Samudera Hindia yang dikenal memiliki ombak yang besar. Dan memang saya buktikan sendiri saya ngeri melihat ombak sebesar itu (bisa dilihat difoto juga saya tidak mau dekat-dekat dengan ombaknya). Di pantai ini tidak direkomendasikan untuk berenang, selain karena ombaknya yang besar tadi, pantai ini banyak karangnya. Monggo dibayangkan dilahap ombak besar dan terbentur-bentur karang. Yang paling terkenal dari pantai ini adalah karang sphinx dan karang bolong. Karang sphinx merupakan karang yang mirip dengan sphinx (yang di Mesir itu) dan terbentuk secara alami (We got the better one since real-sphinx were made by human *ga penting* ). Untuk karang bolong sendiri merupakan karang di atas air laut yang memiliki lubang kecil kemudian ketika ombak menghempas air menyembur dari lubang itu, it's like a geyser (kebayang kan ya?) Namun sayangnya saya tidak bisa melihatnya karena tidak tahu posisi pastinya dimana. No one but us, simply no guide :(


Sadar dikejar waktu saya tidak berlama-lama di pantai klayar. Pun, saya kekeuh ingin mengunjungi Gua Gong. Gua Gong ini posisinya searah dengan jalan pulang (pada waktu menuju pantai klayar sebenernya dilewatin, tapi saya memilih yang jauh lebih dulu). Akhirnya pun, sampai disana masih kepagian. Lagi-lagi pengunjung cuma saya dengan membayar tiket belakangan (ya karena belum buka loketnya). Dipandu guide yang menceritakan beberapa jenis ruangan, sendang, dan asal-usul ditemukannya gua ini. Parahnya saya lupa berbagai nama ruangan dan sendang yang disebut sang bapak. Saya cuma ingat kalau asal usul ditemukannya gua ini ketika daerah sekitar gua tersebut kekurangan air kemudian ada seseorang yang bertapa di gua tersebut sebut saja Si Mbah (seriously, I regret to not wrote it down). Setelah dapat ilham, Si Mbah ditunjukkan sendang yang di dalam gua. Lalu air sendang tersebut menjadi sumber air untuk daerah sekitar. Kalau saya tidak salah ingat sekitar tahun 1990an Gua Gong dipugar agar lebih nyaman sebagai tempat wisata. Hasilnya memang terlihat dibuat tangga dan pegangan pengaman untuk menjelajah Gua ini. Satu lagi, alasan disebut sebagai Gua Gong karena di dalam gua ini terdapat stalaktit yang bergema seperti gong ketika dipukul *awesome*.







And that was one of my adventure, Pacitan is quite awesome. Sekaligus saya dapat view pegunungan dalam perjalanannya, pantai di pesisirnya, tidak ketinggalan gua yang oke punya. Get away selanjutnya ga boleh kalah oke.