Sunday, July 24, 2011

Pertama Kali "Menulis"

Sore tadi saya teringat pertama kali saya "menulis". Menulis dalam artian membuat suatu tulisan/karya bukan tulisan karena disuruh oleh bu guru. Keinginan menulis saya waktu itu sekitar saya SD, kurang begitu ingat tepatnya kapan (payah). Yang pasti saya ingat adalah tulisan yang ingin saya buat adalah tulisan yang menyenangkan dan cenderung lebih ke humor. Cerita yang ingin saya tulis merupakan cerita yang saya alami sehari-hari. Waktu itu saya berpikir sepertinya akan menyenangkan mengenang hal-hal menyenangkan (daripada hal-hal yang tidak menyenangkan) di kemudian hari nanti. Bisa bernostalgialah istilahnya (dulu tidak mungkin tau istilah nostalgia ini  :P)

Objek yang saya pakai untuk menulis adalah suatu buku kecil yang entah saya lupa (lagi-lagi) dari mana saya dapatkan buku itu. Keinginan untuk menulis sebenarnya sudah jauh-jauh hari sebelum menemukan buku itu. Dengan datangnya buku itu, terfasilitasilah keinginan saya untuk menulis cerita-cerita menyenangkan yang akan saya lewati dari hari ke hari.

Akhirnya tibalah saatnya momen yang dinantikan, suatu momen yang saya telah saya putuskan untuk ditulis di buku kecil saya. Waktu itu saya dan beberapa teman saya sedang bermain bersama. Kemudian ada suatu momen dimana kami mengerjai salah satu diantara teman kami (kita sebut saja Budi karena saya benar-benar lupa) dengan meninggalkannya sendirian (jahatnya...) Akhirnya kami lari menjauh dari si Budi. Kami merasa cukup jauh meninggalkan Budi ketika sampai samping suatu rumah. Dengan napas ngos-ngosan kami beristirahat disitu, sesekali melihat ke arah kami datang sebelumnya kalau-kalau Budi berhasil menemukan kami. Dengan pikiran yang konsentrasi ke Budi dan senyum puas karena berhasil mengerjai Budi, Kami tidak tahu kalau ada bambu di tempat kami beristirahat. Ketika ingin melanjutkan "pelarian" kami, terpelesetlah kami oleh bambu yang melintang di jalan kami. Entah kenapa kami semua (dua atau tiga orang) bisa jatuh secara bersamaan. Bukan sakit, bukan sedih, kami justru tertawa terbahak-bahak karena kejadian itu. Benar-benar tertawa lepas.Bahkan jika diingat sepertinya tertawa senang yang tak ada tandingannya (lebay). 

Itulah cerita pertama yang saya tulis di buku kecil milik saya dulu. Mungkin juga cerita satu-satunya karena seingat saya biasanya kegiatan menulis saya terhenti di tengah jalan. Soal ceritanya, saya juga tidak tahu harus dikategorikan sebagai cerita apa. Lucu? sepertinya tidak juga. Intinya adalah saya senang saya dapat mengingat momen itu lagi. Benar-benar bahagia sepertinya ketika kita kecil dulu. Dengan tidak ada beban berarti yang musti dipikirkan. Hal ini harus menjadi motivasi diri untuk selalu merasa bahagia  no matter what.