Wednesday, October 14, 2015

Saya Rasa Saya Kembali Menemukan Diri

Ada banyak sekali hal yang telah terjadi selama setahun ke belakang ini. Bukan, ini bukan tentang hal-hal di luar diri saya. Tentu, sedikit banyak hal-hal eksternal itu ada pengaruhnya. Hal besar telah terjadi pada diri saya. Mengasah hati dan pikiran saya yang saya sendiri belum tahu akan menjadi seperti apa diri saya nantinya.

Cerita itu belum saatnya saya bagi. Ada hal lain yang memicu saya menuliskan ini. Di penghujung hari, rasa-rasanya saya menjumpai diri saya lagi. Menjadi lebih hidup dibandingkan hari-hari yang lalu. Ini harus saya catat. Ini harus saya ingat. Masa dimana saya kembali sangat bersyukur yang tidak tahu pasti karena apa. Dan menemukan diri saya kembali bersyukur ini, membuat rasa syukur itu semakin bertambah-tambah. Semoga semakin banyak hal baik yang akan Allah curahkan kepada diri saya di hari kedepannya. Aamiin.

Tapi, kalau boleh dibilang, ada tiga hal yang menjadi "penanda". Penanda kembalinya saya pada diri saya ini. Sepertinya sudah lama sekali saya tidak "bermain lepas" dengan ketiganya. Dengan hati ringan dan dengan kepuasan batin, inilah tanda bagi diri saya:

Membaca
Setahun lebih di Belanda, tak pernah sekalipun saya menyelesaikan membaca buku (di luar buku pelajaran lho ya). Satu buku yang saya bawa dari Indonesia, hanya mampu menjadi bahan teman bacaan dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam. Setelahnya, tak sekalipun saya baca lagi buku itu. Pun, buku-buku lainnya. 

Sekitar seminggu lalu, saya memberanikan diri membaca buku kiriman sahabat baik saya, yang sudah repot-repot dia titipkan sebagai kado ulang tahun saya. Buku sejak bulan Februari itu, akhirnya saya sentuh juga. Saya tidak yakin akan menyelesaikan buku itu sejak saya mulai baca. Bahkan dulu, saya tidak yakin mengawalinya. Hingga tiba hari ini, saya berhasil mengkhatamkan buku itu. Kemudian kepuasan itu datang lagi. Eh bukan deng, bukan kepuasan selesai membaca buku. Pokoknya ini berbeda, semacam menemukan kembali kepingan diri saya lagi.Tidak ada rasa penyesalan. Tidak merasa terbebani dan berat hati.

Jalan-jalan
Belum, belum dimulai kok jalan-jalannya. Baru permulaan saja, Tiket Maastricht-Budapest seharga 10 euro dengan mudahnya saya pesan. Yang ini pun, tak terasa beban sedikit pun di hati saya. Sebelum-sebelumnya, tidak mudah bagi saya untuk memutuskan untuk mengagendakan jalan-jalan. Sekalipun pada akhirnya saya jadikan agenda jalan-jalan itu, selalu saja saya berangkat dengan perasaan berat.

Tapi untuk yang satu ini, lagi-lagi saya bilang, saya ikhlas saja. Ada deadline yang harus saya selesaikan menjelang waktu jalan-jalan itu. Tapi pikiran saya sangat positif dan optimis akan deadline ini. Yak, positif dan optimisme ini yang telah lama hilang dari diri saya. Dan inilah yang sangat-sangat saya syukuri. Dan jika hal-hal positif mengisi kepala kita, ujung-ujungnya hal-hal baik akan kita lakukan bukan? Setidaknya, itu menahan kita dari hal-hal yang kurang baik.

Menulis
Inilah satu hal lain yang sangat saya rindukan sejak lama. Akhirnya sukses saya wujudkan kembali, dengan menuliskan hal ini. Banyak  hal yang telah saya pikirkan untuk dituliskan, tapi tak mudah merealisasikan. Jikalau saya ingin memulai, sudah dihalau dulu oleh rasa bersalah. Tapi tidak kali ini. Saya menulis dengan hati dan pikiran yang lega. Saya tidak lagi berpikir apakah ini benar atau salah, tidak lagi ada pertarungan pikiran di kepala saya. Saya menuliskannya dengan lega selega-leganya. Atas apapun yang saya rasa.

Dan saat menulis ini, saya merasa seperti bertemu sahabat lama :)


Tanda-tanda tersebut, tak sekalipun saya sadari sebagai "tanda" hingga sesaat saya ingin menulis. Awalnya hanya ingin menuliskan pencapaian membaca satu buku selama lebih dari setahun. Tapi kemudian saya melihat kaitannya. Hari ini lebih dari sekedar hari dimana saya menamatkan satu buku selama saya di Belanda. Saya diberikan kesadaran lebih jauh dari itu. Allah menunjukkan melalui tanda-tanda sesederhana itu. Dan poin pentingnya adalah, agar saya kembali menyukuri diri ini lagi. Alhamdulillahirabbil'alamiin.

Oh iya, hari ini tanggal 1 Muharam, penanda tahun baru Islam. Mungkin ini tanda lain. Bahwa Allah akan mencurahkan hal-hal yang lebih baik kepada saya dimulai dari tahun baru ini. Menguatkan dan menjadikan diri saya menjadi pribadi yang sebaik-baiknya. Semoga. In syaa Allah. Aamiin.


Selamat Tahun Baru 1437 Hijriah!!