Monday, April 14, 2014

Bertaruh Dengan Cuaca, Wisata Pulau Tunda

Ada satu lagi nih alternatif jalan-jalan murah deket ibu kota. Biasanya kan pulau seribu tuh yang murah tapi puas. Nah yang ini masuk ke Provinsi Banten yakni Pulau Tunda. 

Awalnya.. biasalah namanya pengangguran lagi bingung jalan-jalan kemana. Nah, ada temen-temen BPI yang nawarin ke pulau tunda ini. Asing juga sih sama namanya. Terus googling sebentar kayaknya bagus juga. Wait, masih musim hujan kalo bulan Maret kan? Lumayan mengkhawatirkan juga sebenarnya. 

Tapi akhirnya ya saya iyakan ajakan teman saya. Dari hasil menjelajah dunia maya dengan singkat katanya bisa snorkeling. Terus bisa trekking juga. Bahkan bisa ketemu lumba-lumba. Termasuk juga alasan deket dari Jakarta itu wajib diperhitungkan,hehe

Kalau masalah transport kesana sih waktu itu terima jadi. Namanya juga ikut open trip. Malahan sewa elf segala. Intinya kalau buat yang mau ke Pulau Tunda ini, silakan transport ke Dermaga Karangantu. Kemudian, dilanjutkan kapal ke Pulau Tunda itu menggunakan kapal. Mudahnya sih memang kalau sudah kontak guide dulu, seperti halnya yang kami lakukan. Semua-semuanya hampir sudah disiapkan deh.

Tengah hari kita sudah sampai di Pulau Tunda. Homestay tempat menginap juga tidak jauh dari dermaganya. Sekalinya datang langsung beberes dulu dilanjutkan dengan ishoma. Penting ini sebelum melanjutkan petualangan. 

Pulau Tunda ini ternyata tidak sesuai bayangan saya. Memang sih saya tidak begitu banyak melakukan riset untuk pulau ini sebelum berangkat. Tadinya saya kira pulau ini berupa gugusan kepulauan seperti Kepulauan Seribu. Tapi ternyata pulau ini hanya pulau tunggal. Saya kira juga kalau pulau ini sudah terkenal sehingga banyak wisatawan yang berkunjung. Nyatanya, hanya rombongan kami dan beberapa orang saja. Lalu, pemukiman penduduknya juga layaknya pemukiman masyarakat biasa. Bukan seperti pemukiman daerah wisata gitu..

Lanjut ke petualangan deh ya? Oke.. Yang pertama adalah snorkeling. Airnya sih masih lumayan tenang tapi eh tapi..visibility-nya kurang bagus euy. Katanya sih imbas masih musim hujan itu. Jadinya arus bawah lautnya masih kencang gitu. Karena penasaran tetep ajalah ber-snorkeling ria,haha.. Kemudian lanjut ke spot berikutnya. Hasilnya tetep sama saja. Padahal, walau samar-samar, karang dan ikan-ikannya lumayan bagus lho. Berhubung kondisinya begitu, acara snorkeling memang tidak begitu lama. Baliklah kita ke homestay.

Pulangnya ke homestay ini buat siap-siap menikmati sunset. Tapi sebelum itu, kami menikmati kelapa muda terlebih dahulu. Buah kedondong di depan homestay jadi sasaran kami juga. Nah, setelah itu kami berjalan membelah pulau menuju sisi baratnya. Perjalanannya ternyata cukup jauh juga. Kemudian sampailah kami untuk menikmati matahari terbenam. Salah satu momen yang saya sukai saat jalan-jalan. 


Ada semacam rawa saat menuju spot untuk melihat sunset



Pemandangan matahari terbenam di Pulau Tunda

Pemandangan lain menjelang matahari terbenam


Saat hari semakin gelap, kami kembali ke homestay lagi. Waktunya  mandi, makan malam, dan sesi ngobrol-ngobrol. Oh iya, ada juga acara bakar-bakar ikan dan cumi. Hmm.. Yummyyy… Baru deh setelah itu waktunya istirahat.


Malamnya ada sesi pelepasan lampion juga ternyata
Keesokan paginya agendanya sama snorkeling dan trekking pulau. Pagi harinya di awali terlebih dahulu untukmenik mati matahari terbit. Untuk snorkeling, spot yang diambil adalah sisi lain pulau. Sebenarnya spot ini akan dikunjungi hari sebelumnya . Tapi cuaca kurang mendukung sehingga ombaknya sangat kencang. Sialnya, pagi itu ombak juga kurang bersahabat. Padahal pemandangan bawah lautnya bagus sekali. Setidaknya dapat pengalaman snorkeling di ombak besar. Sesuatu sekali memang capeknya,haha..


Ini pemandangan matahari terbit dari dermaga Pulau Tunda

Snorkeling memang lagi-lagi tidak begitu lama, dilanjutkan dengan trekking pulau. Saat trekking ini saya makin menyadari bahwa pulau ini besar juga ternyata. Bahkan ada yang bercocok tanam, sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Selain ada ladang untuk bercocok tanam, kami juga melewati padang ilalang yang luas. Adeemm.. Serius! Bukan seperti sedang liburan di pantai atau semacamnya. Di ujung jalur yang kami telusuri adalah tempat untuk menyemai bibit-bibit bakau. Satu fakta yang saya dapati adalah bahwa butuh waktu yang lama ternyata untuk bakau-bakau itu tumbuh. 


Bakau muda, tapi jangan salah usianya sudah beberapa tahun

Padang alang-alang dalam perjalanan menyusuri Pulau Tunda


Menemukan makhluk kecil yang biasa kita mainkan waktu kecil
 homestay dan bersiap-siap untuk pulang. Well, ada saja hal-hal yang tidak diharapkan saat liburan kan? Yang penting tetep harus hepi-hepi. Meski demikian, ada bonusnya kok ternyata. Saat pulang kami mampir ke pulau empat, pulau tak berpenghuni yang bagus juga buat disinggahi.

Usai dari situ, habislah petualangan saya di Pulau Tunda. Kami kembali ke homestay dan bersiap-siap untuk pulang. Well, ada saja hal-hal yang tidak diharapkan saat liburan kan? Yang penting tetep harus hepi-hepi. Meski demikian, ada bonusnya kok ternyata. Saat pulang kami mampir ke pulau empat, pulau tak berpenghuni yang bagus juga buat disinggahi.





Jenis bintang laut yang baru saya temui sekali ini

Ada yang bertahan hidup, ada yang harus merelakan hidup

Angsa yang entah datang dari mana di Pulau Empat yang tidak berpenghuni

Sekali ini saya melihat kalkun hidup secara langsung
Menjaga di garis depan