Wednesday, January 15, 2014

Mengisi Waktu di Misi 14 Hari

Postingan telat? Tak Apalah ya.. *abaikan*

Nah,, sekitar dua minggu lalu, selama dua minggu penuh (23 Desember 2013- 4 Januari 2014) saya 'ikut-ikutan' acara yang dibuat oleh rekan saya, Fina, acara  untuk mengisi liburan anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya. Jadi kan akhir tahun lalu menjadi liburan akhir semester untuk adik-adik SD kita. Fina berinisiatif untuk membuat acara mengisi liburan adik-adik SD di lingkungan rumahnya. Namanya mengisi liburan konsepnya fun- fun saja. Tapi, tetap ada muatan positif yang ingin ditanamkan kepada anak-anak ini. 

Awalnya, saya sendiri sebenarnya baru saja mengenal Fina. Bahkan bertatap muka dengannya, dan beberapa teman baru lainnya, baru sehari sebelum pelaksanaannya. Kalau saya pikir aneh juga. Terlibat dalam two-week-event dengan orang-orang yang beberapa baru saya kenal. 'That's gonna be awesome!', I thought. Itu baru dengan panitianya. Kalau dengan adik-adiknya yang ada sekitar 40an anak yang belum pernah saya kenal sebelumnya, jelas akan memberikan pengalaman tersendiri. Namun demikian, karena semangat kami yang satu visi alhamdulillah acaranya berjalan lancar.

Kurang lebih itu alasan saya mengiyakan kenapa saya mau terlibat. Saat ditawari via whatsapp ya saya iyakan saja. Ohiya, lokasinya juga dekat dengan rumah saya ding. Jadinya ya kenapa tidak?

Untuk acara, bentuknya seperti membuat 'every single day has its own theme'. Fina sudah dengan sangat rapinya mengonsep tema-tema per-harinya bahkan sebelum saya join. Jadi tinggal menjalankan konsep itu dengan detil masing-masih tema. Berhubung ada 14 hari, dibutuhkan PJ untuk memikirkan bentuk acara tiap-tiap hari. Kalau jam pelaksanaannya sendiri dari jam 9 pagi sampai 12 siang. Anak-anak diberikan semacam buku harian juga sebagai monitoring harian. Ada bintang apresiasi juga yang diberikan setiap harinya kepada anak-anak untuk membuat mereka semangat.

Okelah lanjut ke acara per harinya aja deh ya:

1. Word Day
Sebagai hari pertama, bentuknya tidak terlalu berat tentunya. Karena baru bertemu pertama kalinya, tentu menitikberatkan lebih ke perkenalan. Seperti halnya di sekolah kami bersama-sama memilih ketua kelas dan membuat tata tertib kelas. Nah untuk kegiatan 'bermain'-nya me-refer ke word day hari itu kami membuat tulisan ' AKU BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA'! Jadi ingat lagu Tasya saat kecil dulu :D
Hasil prakarya hari pertama
Salah satu 'curhatan' di Buku Harian anak-anak

2. Sharing Day
Di hari kedua, temanya sedikit lebih berat. Teman saya alumni Pengajar Muda, Faisal, berbagi cerita tentang anak-anak di Tambora, Tanah Sumbawa. Melihat kondisi teman-teman di Tambora yang berbeda jauh dengan di Jakarta menyadarkan anak-anak untuk peka dan bersyukur atas yang dimiliki saat ini. Selain itu, semangat belajarnya harus tidak boleh kalah dengan teman-teman yang di Tambora sana. Setelah sharing tadi, masing-masing anak disuruh untuk membuat surat atau gambar untuk teman-teman di Tambora. 

Faisal menjelaskan kondisi teman-teman di Tambora
Salah satu surat yang ditulis untuk teman-teman di Tambora

3. Movie Day
Nah kalo hari ketiga ini lumayan ringan. Hari itu kita cuma menonton. Kita bawa tuh proyektor agar bisa menonton rame-rame. Judul film yang kami tonton adalah 'Rumah Tanpa Jendela'. Tapi tetep ya, bukan sekedar menonton, anak-anak harus tahu pesan yang diambil dari film itu. Jadi ada kuis yang musti dijawab biar tahu pesan yang ada di film itu.
Suasana saat nonton :)

4. Dream Day
Saya itu suka penasaran dengan cita-cita dari anak kecil. Kalau mereka menyebutkan cita-cita, mereka seringkali terlihat lucu. Di Misi 14 Hari, hari tentang cita-cita ditempatkan di hari keempat ini. Awalnya mereka dikenalkan dengan berbagai macam profesi, not the common ones apparently. Setelah itu, mewarnai gambar profesi. Selanjutnya baru menceritakan cita-cita di dalam grup dan tidak lupa mendoakan masing-masing cita-citanya. Terakhir, kita berkomitmen untuk meraih cita-cita itu dengan 'menandai' janji kita. Semoga cita-cita kita terkabul, aamiin :)
Semua cita-cita dikumpulkan di dalam botol ini

We promise to pursue our dreams

5. Sport Day
Inilah hari yang menggunakan fisik sepenuhnya. Namanya juga Sport Day. Anak-anak zaman sekarang kan sudah jarang beraktivitas fisik, jadi kita kenalkan lagi. Sesi pertamanya adalah senam dengan musik fenomenal Psy, Gangnam Style. Setelah itu dilanjutkan dengan permainan tradisional gobag sodor dan kasti. Bisa dibilang olahraga lah ya. Lagipula, mengenalkan lagi permainan tradisional ke mereka kan?
Dimulai dengan senam pagi dulu


Kasti, salah satu olahraga yang diajarkan


6. Science Day
Ini hari yang berkaitan dengan fisika. Fasilitatornya pun dari teman-teman Fisika UI. Sepertinya akan berat nih? Well,, memang ilmunya mungkin rada berat, tapi aktivitasnya tetap seru. Jadi waktu itu kami menjadikan buah-buahan sebagai sumber listrik, untuk menyalakan lampu LED. Anak-anak heran dan antusias untuk membuktikannya. Kalau ilmunya nanti lagi deh belajarnya :p

Percobaan rangkaian listrik dengan buah


7. Hello Day
Another difficult day, mungkin? Menurut saya lho ya. Seusia SD saya dulu sepertinya akan sulit untuk melakukan misi hari ke-7 ini. Bahasa kerennya di hari ini adalah tentang sosialisasi. Macam anak SD tahu istilah itu, ha?hahaha..Lebih dari itu malah. Mereka harus belajar tentang pencegahan demam berdarah dengan gerakan 3M plus penggunaan bubuk abate. Setelah itu, mereka mengkampanyekannya door to door ke warga. And, they were doing great eventually!
Kampanye mengunjungi warga tentang pencegahan DBD


8. Clean Day
Okay..Clean Day itu tentang kesadaran 'bersih-bersih'. Awalnya dikenalkan tentang pentingnya kebersihan, obviously. Contoh paling simpel adalah menyimpan sampah di kantong kalau tidak menemukan tempat sampah. Setelah itu, baru kita membuat poster tentang kebersihan lingkungan. The best one, received award of course!
Hasil poster dari salah satu kelompok, and this group is the winner!

9. Art Day
Di hari 'kesenian' ini, lagi-lagi kami membuat prakarya. Bukan sekedar prakarya tentunya. Ada pesan 'terima kasih' yang ditujukan ke siapapun. Rata-rata anak-anak membuatnya ditujukan kepada orang tua mereka. 
Salah satu ucapan yang dibuat

Hasil kerajinan anak-anak


10. Health Day
Di hari ke-10, Health Day, ada dua hal yang kami pelajari terkait kesehatan yaitu pentingnya cuci tangan dan gosok gigi. Tidak hanya itu, kami juga mempraktekan cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar seperti yang disampaikan oleh teman-teman FKG. 

Praktek cuci tangan yang baik dan benar

Praktek langsung sikat gigi


11. Plant Day
Plant day ini PJ-nya saya sendiri (terus?) Awalnya saya bingung kalau hanya mengajarkan cara menanam. Jadi saya sempat berikan alasan kenapa kita musti mencintai tanaman dan melestarikannya. Nah setelah itu baru praktek menanam. Menanam tanaman hias di polibag saja sih sebenarnya. Semoga mereka semakin mencintai lingkungannya.
Mereka juga tahu kalau cacing baik untuk tanaman

Hasil akhir menanam


12. Cake Day
Cake Day ini seru juga lho. Anak-anak diajari untuk membuat kue. Kue yang simpel saja,bola-bola cokelat, tapi seru! Waktu itu kami juga membuat lemon tea!
Pembuatan bola-bola cokelat


13. Outbound Day
Sepertinya ini menjadi salah satu hari yang paling seru dibandingkan hari lainnya. Penuh dengan aktivitas fisik dan beberapa jenis permainan. Ada lima pos yaitu estafet karet gelang, joget balon, gobak sodor, voli balon air, dan estafet tepung. Kotor pasti! Tapi seru banget!
Estafet karet gelang

Gobak sodor


14. Culture Day
Culture Day ini menjadi tema di hari terakhir. Saat itu anak-anak dikenalkan dengan salah satu budaya Indonesia yaitu wayang. Ada pertunjukkan wayang kulit, wayang golek bahkan wayang orang juga. Setelah itu, anak-anak diminta untuk membuat mozaik wayang.
Pertunjukan Wayang Orang

Mozaik wayang


Untuk penutupannya sendiri sama dengan Culture Day. Tokoh masyarakat setempat mendukung kami dalam menyelenggarakan acara ini. Mereka membantu menyewakan tenda untuk penutupan. Saat penutupan ini semua anak-anak dan orang tuanya diundang. Seluruh hasil kegiatan juga ditampilkan disini. Anak-anak dengan inisiatifnya juga membuat pertunjukan untuk penutupan tersebut. Mengharukan sekali..

Selesai penutupan, selesai sudah acara Misi 14 Hari. Setelah ini saya akan jarang sekali dengan teman-teman baru saya, baik para fasilitator maupun anak-anak. Tapi yang pasti saya bersyukur atas pengalaman yang saya dapatkan dari acara ini. 

Terakhir tentu saya berterima kasih kepada Fina dan teman-teman, anak-anak, dan yang lainnya yang memberikan saya pengalaman berharga ini. 

PS: Cerita lengkapnya sampai ke aktivitas harian silakan cek di blog Fina.

*) All photos are from blog fina,too.