Saturday, June 1, 2013

Trip To Jogja - Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum
Wisata kuliner di Jogja itu sepertinya hal yang wajib dilakukan. Sebagai referensi saya sempat memantau salah satu linimasa di twitter yang memberikan rekomendasi-rekomendasi tempat-tempat yang menyajikan makanan yang lezat. Pas tiba waktunya di Jogja dan memilih-milih tempat makan, saya teringat kalau Gudeg Yu Djum termasuk salah satu menu yang banyak direkomendasikan. Alhasil, ke tempat inilah saya dan teman-teman menuntaskan late lunch.

Kalau searching di google, terdapat beberapa cabang dari Gudeg Yu Djum. Untuk pusatnya sepertinya yang di kaliurang. Tapi, waktu itu kami mencicipinya di daerah Wijilan. Hal ini dikarenakan tempatnya yang tidak begitu jauh dari pusat kota. Mengingat kami harus beredar di sekitar kota sembari wisata kota dan menunggu teman saya lainnya yang akan datang.

Kami bersantap siang (yang telat) sekitar pukul tiga sore. Jadi, kami mampir untuk makan siang itu di waktu antara saya ke Tamansari dan Malioboro. Waktu itu perut saya benar-benar keroncongan karena paginya saya tidak sempat sarapan. Saat brunch di McD pukul 11 siang sebelumnya saya juga tidak memesan makanan seperti halnya yang lainnya. Oleh karena itu, saya sangat tidak sabar untuk menjejali perut saya dengan gudeg yang terkenal ini. 

Popularitas gudeg ini sepertinya memang tidak terbantahkan. Ketika saya menghampiri restonya, ada deretan mobil panjang didepannya. Tiba di depan resto lesehan itu, terlihat ramai sekali, bahkan ada yang makan sambil berdiri. Memang sih tempatnya bisa dibilang sempit. Kami bahkan sempat berpikir untuk makan di dalam mobil. But, thank God, ada bangku kosong tersisa sehingga bisa kami tempati.

Walau perut tak sabar menunggu, nyatanya mau tak mau kami harus menunggu. Usai kami memesan, butuh waktu yang cukup lama sampai kami dilayani. Padahal, hampir dari kami semua memesan menu yang sama Nasi-Gudeg-Telur-Paha. Ternyata, antrean sebelum kami memang masih banyak. Dan walaupun harus bersabar beberapa waktu, tentunya Si Gudeg datang jua.


Penyajian Gudeg Yu Djum
Gudegnya sendiri disajikan di atas piring bambu berlapis daun pisang. Dari penampilannya memang terlihat lezat dengan komposisi lengkap gudeg-krecek-semur telur-semur ayam. Tak perlu menunggu lama saya langsung melahap makanan didepan saya tersebut. Rasanya memang nikmat. Apa ya? Menurut saya cita rasa gudegnya itu pas jawanya, pas jogjanya. Berhubung saya juga lapar berat saya makan dengan lahapnya.  Yummy..walaupun porsinya terlihat sedikit, tapi mengenyangkan juga,hehe
Menyantap Gudeg Yu Djum

Afdol juga akhirnya jalan-jalan di Jogja yang lengkap dengan wisata kuliner juga. Ya..walaupun hanya satu makanan otentik Jogja yang kami coba. Lebih baik daripada tidak sama sekali kan?





Related Posts: