Tuesday, November 2, 2010

Marlin Sugama, A Woman Animator Co-Founder 'Main Games Studio'

My favorite class, Entrepreneurship Class, had requested all student to written down any person who has established any corporation related to Information and Technology field. This assignment was assigned in order to substitute the mid term exam. To be honest, it was pretty difficult to choose which man or woman that i wanted to be written. And fortunately, in the last couple hours i was inspired to write Marlin Sugama, an incredible woman, i think, who has established a well-known studio 'Main Games Studio' which created Hebring - A local superhero character- who is pretty famous as well.
About Miss Marlin itself, well, actually she has marketing background. And we know that it is not quite support to build such related corporation, games and animation design i mean. However, she was continuing to establish a studio. Her first corporation-Altermyth Studio-run for three years under her coordination. Because there were no similar vision as the begin vision, it was sold to others. After that, she and her husband started to establish the new one.-Main Games Studio- And, it is very successful until now. One more, don't get wrong, her study is very helpful to develop their corporation.
Those are simple description about Miss Marlin, for further it can be read below which is written in bahasa.
====================================================================
Marlin Sugama,Wanita Pendiri Game Developer ‘Main Games Studio’

Seorang wanita dapat menjadi pendiri sebuah perusahaan game developer? Mungkin hal ini jarang terdengar di telinga kita. Terlebih lagi bahwa wanita tersebut merupakan lulusan bidang marketing management yang jelas bukan merupakan modal yang memiliki korelasi sesuai untuk berkecimpung di dunia penciptaan games. Bahkan, tidak cukup hanya sekali dia mendirikian sebuah studio game developer.
Adalah seorang Marlin Sugama, seseorang yang sangat cerdas untuk mengambil kesempatan sebagai games developer di Indonesia. Bersama dengan Andi Martin, suaminya, dan koleganya M.Fardiansyah pada tahun 2003 mendirikan studio produksi games bernama Altermyth Studio. Seiring berjalannya waktu, visi perusahaan tidak lagi sesuai dengan mereka bertiga. Pada akhirnya, perusahaan yang mereka rintis mereka relakan untuk dijual ke investor lain tiga tahun setelah perusahaan tersebut mereka dirikan.
Setelah melepas studio games yang telah cukup settle, ketiganya tetap berkeinginan untuk mendirikan rumah studio baru karena bidang itulah yang mereka sukai. Alhasil, terbentuklah studio baru bernama Main Games Studio pada Juli 2007. Walaupun telah berpengalaman mendirikan perusahaan game developer sebelumnya, bukan hal yang mudah pula membangun bisnis ini dari awal. Menurutnya, untuk sebuah perusahaan baru, kepercayaan dari klien merupakan hal yang sangat sulit untuk diperoleh. Mengakali hal tersebut, Marlin mengikutsertakan beberapa produk studionya dalam kompetisi-kompetisi. Tidak mengecewakan, pada tahun yang sama dengan berdirinya, Dia dan timnya berhasil meraih juara dalam kompetisi INAICTA 2007 untuk kategori animasi. Dan benar, dengan kemenangannya dalam kompetisi tersebut, tawaran dari berbagai klien semakin banyak yang mengindikasikan bahwa kepercayaan pasar telah berhasil diraihnya. Dan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, pencapaian prestasi dalam kompetisi masih tetap mereka raih di tahun-tahun berikutnya. Salah satu yang menjadi ikon dari produk andalannya adalah Hebring yang telah memberikan kemenangan tiga tahun berturut-turut (2007, 2008, 2009) bagi perusahaan tersebut. Sosok superhero lokal dikemas dalam film animasi pendek itulah yang berhasil melesatkan nama Main Games Studio. Dan dengan dihantarkan oleh kesuskesan inilah, Main Games Studio menangani tidak hanya mengenai games melulu tetapi juga video animasi.
Mengingat latar belakangnya sebagai lulusan marketing pada awalnya terlihat tidak mungkin bahwa Marlin akan terjun ke bisnis ini. Bidang kuliah yang diambilnya tersebut merupakan permintaan orang tua yang sebenarnya bukan sesuai dengan hati nuraninya. Untuk itu, Marlin mencoba untuk menuruti permintaan orang tuanya yang dia anggap sebagai kewajibannya kepada orang tuanya. Padahal dari awal Marlin tidak begitu tertarik pada bidangnya tersebut. Justru pada dunia game yang dia sejak kecillah yang menjadi perhatiannya. Kemudian, selepas memenuhi kewajibannya terhadap orang tuanya tersebut, Marlin mencoba memasuki dunia games dan animasi.
Walaupun bidang marketing yang dia pelajari di bangku kuliah tidak begitu dia sukai, pada perintisan perusahaan studionya hal ini sangat membantu. Didampingi orang-orang yang kurang begitu paham di bidang marketing dan management, peran Marlin disini sangat membantu berjalannya perusahaan yang dia bangun. Untuk itu, dia tidak serta merta tidak menyukai bidang yang telah diambilnya tersebut. Selain itu, dengan bekal yang dia miliki pencarian sponsor yang notabenenya sebagai penyokong utama berjalannya suatu perusahaan berjalan dengan lancar.
Sementara Marlin sedang menikmati usaha yang sesuai dengan minatnya, ternyata hasil yang diperoleh dari usaha yang dia jalankan sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan bisnis ini masih belum begitu dijamah oleh orang banyak. Tidak hanya tawaran dari dalam negeri, dari pihak luar negeri pun tidak kalah banyaknya. Dan justru tawaran dari luar negeri inilah yang memberikan laba di luar dugaan.
Mengingat pribadinya sebagai seorang wanita, hal ini justru semakin membuatnya terlihat lebih istimewa. Berkecimpung di dunia yang sebagian besar digeluti oleh kaum lelaki, membuatnya tetap bertahan bahkan memegang peran penting di dalamnya. Perannya tidak boleh diremehkan begitu saja.
Berdasarkan perjuangannya menuju kesuseksan di dunia games dan animasi, beberapa ciri entrepreneur dari seorang Marlin adalah sebagai berikut:
• Thinker
Marlin telah memutuskan untuk terjun di dunia games dan animasi bukan berarti tidak melalui pertimbangan. Meskipun terkesan cukup egois karena mengerjakan hal yang disukainya, dengan background marketing hingga taraf Master sudah pasti Marlin melihat peluang akan usaha ini. Dan hal ini cukup jelas mengingat masih sedikit orang yang menggeluti bisnis ini,
• Doer
Tidak berselang lama dari kelulusannya, Marlin berani mengimplementasikan bisnis yang belum pernah dia sentuh. Langkah konkret yang cukup cepat dilakukan atas apa yang ia pikir merupakan peluang besar.
• Mengerjakan apa yang dia cintai
Walaupun memiliki latar belakang di bidang marketing, minatnya akan games sejak kecil belum juga luntur hingga lulus kuliah. Untuk itu, usaha yang dia pilih adalah usaha yang sesuai dengan minatnya. Dan ternyata walaupun tidak berekspesktasi jauh akan hasilnya, usahanya telah memberikan profit yang sangat baik.
• Risk Taker
Dengan bekal ‘cinta’ dan hal-hal administratif dari bangku kuliah tanpa pengetahuan dunia games-animasi, membuatnya masih kekeuh untuk menjalankan bisnis ini. Dengan minimnya pengetahuan dunia games-animasi bisa saja bisnisnya berjalan kurang baik. Hasilnya, bisnis yang dia jalankan ternyata memberikan prestasi yang luar biasa.
Terkait dengan bisnis yang telah sukses dia bangun, berikut ini beberapa tips bagi yang lain yang mungkin juga ingin menjalankan bisnis yang masih berpeluang ini, yakni:
1. Mengekspose bisnis itu penting
2. Relasi itu juga berpengaruh
3. Dimulai dari yang kecil tetapi memenangkan hal yang besar
4. Investor mudah dicari sebaliknya bakat tidak
5. Jangan memulai untuk membangun kecuali sudah memiliki teknologi yang paling bagus
6. Jadilah fokus
7. Buktikan kemampuanmu, ‘jual’dirimu lebih jauh lagi
8. Game developer is entertanment, entertainment is business
9. Seorang game developer dimulai dari gamer
Salah satu testimoni terkait Marlin yaitu:
Betti Alisjahbana, managing director PT Quantum Business International (QB Creative):
Marlin mempunyai dedikasi yang sangat tinggi pada kegiatan-kegiatan kreatif berbasis ICT. Terlihat sekali dengan penguasaannya terhadap animasi, new media, desain grafis, dan game. Selain itu, Main Studios juga sangat prospektif. Terbukti telah mendapatkan pesanan dari berbagai negara serta memenangkan berbagai kompetisi, baik di INAICTA maupun yang diselenggarakan oleh Telkom. Saya berharap Main Studios terus mengeksporasi model-model bisnis yang inovatif, agar senantiasa di depan dan terus berkembang.
Rule of succes ala Marlin :
1. Mengedepankan kualitas produk.
2. Mengedepankan kejujuran terhadap klien. Bila pada awalnya merasa tak mampu membuat sebuah produk dengan kualitas baik, maka tak akan dikerjakan.
3. Selalu melakukan inovasi baik produk maupun layanan demi memberikan solusi yang memiliki nilai tambah bagi kliennya.

Profil Singkat Marlin Sugama:
Marlin Sugama
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 20 Maret 1980
Status : Menikah, dikaruniai seorang putra (Gabriel Owen) dan seorang putri (Ariel Jeska)
Jabatan :
• Co-Founder Main Games Studio
• Chapter Coordinator – International Game Developer Association (IGDA) Jakarta Chapter
Pendidikan :
• Fakultas Ekonomi – Universitas Pelita Harapan, Karawaci
• Magister Manajemen – Universitas Pelita Harapan, Jakarta
• APEC Ibiz Cerified Business Counselor Trainer, Jakarta, 2007
Awards yang diraih :
2009 :
• Winning participation of ASIAGRAPH Tokyo 2009 (Hebring 2)
• Winner of INAICTA 2009 kategori animasi (Hebring 2)
2008 :
• Nominasi INAICTA 2008 kategori animasi (Goyang Rimba)
• Finalis Hellofest (Hebring 1)
2007 :
• Winner KADIN Mobile Application and Animation Awards (MCAA) 2007 kategori Animasi (Pedang Kertas)
• Winner INAICTA 2007 kategori animasi (Hebring 1)
2006 :
• Winner APICTA Indonesia 2006 kategori Research and Development (INSPIRIT Arena)


Referencers:
Talkshow Electroscope 2010, 24 April 2010
http://attalicious.wordpress.com/2010/02/15/meraup-untung-lewat-hki/
http://www.slideshare.net/marlin_andi/introduction-to-videogame-industry