Friday, May 31, 2013

Trip To Jogja - Malioboro dan Benteng Vredeburg

Manusia Pohon, berlokasi di dekat perempatan.
Usai menikmati wisata sejarah Tamansari saya melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya. Kali ini saya menikmati wisata sendiri saja karena yang lain lebih memilih untuk berbelanja. Waktu yang saya miliki lumayan lama sebelum menuju Borobudur karena sekaligus menanti kedatangan teman saya yang lainnya. Berhubung menanti teman saya yang satu ini, saya memilih untuk tetap berkeliling di daerah kota yakni Malioboro dan Benteng Vredeburg.

Ibu penjual sate
Walaupun hari semakin sore, namun sepanjang jalanan malioboro ramai sekali. Bahkan semakin sore malah semakin banyak pengunjung yang tumpah ruah di jalanan. Untuk wisatawan yang datang dari luar kota mungkin sibuk di dalam toko-toko yang umumnya menjajakan baju batik atau kaos-kaos khas jogja. Sementara yang lain, orang-orang yang duduk-duduk santai di pinggir jalan, yang menikmati riuhnya jalanan di suasana sore kota jogja adalah orang-orang lokal,  I guess. Pemandangan lainnya tentunya ramainya kendaraan yang juga menyesaki jalanan, dari kendaraan bermotor maupun kendaraan khas Malioboro -dokar dan becak. Dan satu lagi, ternyata semakin sore ibu-ibu penjaja sate keliling semakin banyak. Begini toh pemandangan akhir minggu Kota Jogja?

Wisatawan asing di pinggir jalan Malioboro

Dokar- kereta kuda yang disewakan di jalanan
Malioboro

Tak hanya melihat-lihat suasana Jalanan Malioboro, saya juga menyambangi beberapa toko. Sudah jauh-jauh ke  Jogja tapi pulang tanpa kenang-kenangan rasanya kurang afdhol. Berhubung kebanyakan toko menjajakan batik, yowis saya juga mencari batik saja. Dari beberapa toko yang saya masuki, saya simpulkan kalau Malioboro ini menyediakan berbagai macam kualitas batik. Dari batik cap yang murah hingga batik tulis yang terkenal mahal. Saya sendiri pada akhirnya membeli batik cap sajalah untuk menambah koleksi baju kondangan (sebenarnya budget minim sih,hehe). Satu hal yang sebenenarnya saya cari adalah toko souvenir yang menjual kerajinan-kerajinan tangan. Tapi sayangnya saya tidak menemukanya. Ada beberapa yang menjajakan souvenir seperti sekedar gelang, kalung, blangkon atau iket. Akan tetapi saya ingin melihat yang lebih banyak :D Atau mugkin saja saya tidak menyusuri Malioboro di tempat yang tepat.

Museum Benteng Vredeburg

Monumen Serangan Umum Sebelas Maret- sebelah
Museum Vredeburg
Merasa puas berkeliling tapi teman yang ditunggu belum datang juga, akhirnya saya mampir ke Benteng Vredeburg yang lokasinya masih di sekitar Maliboro. Dari namanya, benteng ini tentu dibuat pada zaman Belanda. Ketika saya memasuki benteng ini, terdapat loket untuk memasuki museum. Saya sendiri kurang tahu mengenai museum ini dan apa isinya karena saat itu sudah ditutup. Mungkin karena waktu sudah cukup sore. Akhirnya saya hanya berkeliling di dalam benteng saja. Tentu saja hanya membutuhkan waktu yang singkat saja.

Gedung BNI di dekat perempatan
Penjelajahan saya harus diakhiri ketika teman saya menjemput saya. Cukup puas menikmati Malioboro dengan "me-time" saya. Lalu, tinggal menuju Borobudur untuk acara selanjutnya.


Note:
- Bagi yang suka fotografi ada beberapa objek yang menarik terutama objek bangunan-bangunan
- Untuk mengambil objek bangunan mungkin harus 'steril' dan pengalaman saya saat itu, akan sulit untuk 'steril' kalau banyak pengunjung. Jadi, hindarilah saat-saat weekend :D
- Sebaliknya, kalau ingin menikmati Malioboro yang ramai, silakan datang saat weekend.
- Berkeliling dengan jalan kaki sepertinya tepat tapi syaratnya harus punya stamina tinggi. Kalau ingin tidak terlalu capek bisa menyewa dokar atau becak




Related Posts:
Trip To Jogja - Tamansari
Trip To Jogja - Gudeg Yu Djum
Trip To Jogja - Malam Waisak 2013, Borobudur
Trip To Jogja - Menanti Mentari di Punthuk Setumbu dan Jelajah Borobudur Pagi Hari
Trip To Jogja - Vihara Mendut dan Beringin Kembar