Tuesday, May 28, 2013

Trip To Jogja - Tamansari

Gerbang Masuk Tamansari

Destinasi pertama pada Trip Jogja saya yang lalu adalah Tamansari. Tadinya, saya dan teman-teman ingin ke Malioboro. Akan tetapi, sopir rental mobil kami menyarankan untuk mengunjungi Tamansari terlebih dahulu karena kalau sore dikhawatirkan akan tutup. Jadilah kami menuju Tamansari terlebih dahulu sebelum tempat-tempat lainnya.

Tamansari dikenal sebagai kompleks pemandian permaisuri dan selir sultan jogja. Info ini juga saya peroleh dari sopir rental kami. Pada saat di Tamansari kami memang minim informasi karena kesalahan tidak menyewa guide yang menjelaskan sejarah Tamansari sendiri. Alhasil sekembalinya dari Tamansari masih lumayan 'gelap info'. Tapi, kalau ingin mengetahui lebih jelas tentang sejarahnya sudah banyak yang mengulas. Jadi, silakan googling saja,hehe

Ya, selama di Tamansari bisa dibilang saya hanya wisata bangunan. Seperti yang saya sebutkan tadi, karena kami tidak menyewa guide, jadi informasi mengenai seluk beluk Tamansari juga kurang. Selain itu, sesaat setelah memasuki Tamansari, hujan deras mengguyur tanah jogja. Berhubung kompleks Tamansari merupakan kompleks bangunan terbuka, kami harus berteduh terlebih dahulu. Ruginya lagi, otomatis waktu yang kami punyai semakin berkurang karena menunggu hujan reda.

Lokasi Tamansari ini sendiri termasuk di pusat Kota Jogja. Seingat saya tidak jauh dari lokasi Malioboro. Namun, jalanan menuju Tamansari perlu masuk ke dalam gang-gang yang sempit. Kalau menyewa rental mobil pasti akan sangat mudah. Untuk angkutan umum saya sendiri kurang tahu. Mungkin alternatif yang dapat digunakan adalah becak. 

Memasuki kompleks Tamansari, akan ada halaman yang memanjang. Halaman ini digunakan sebagai parkir mobil-mobil pengunjung. Akan tetapi, menurut saya space-nya cukup sempit. Apalagi kalau pengunjung sedang ramai. Mungkin ada tempat di sisi kanan kiri halaman tadi yang bisa dijadikan tempat parkir. But, I am afraid there's no more space. Tapi tidak ada salahnya dicoba untuk dipertanyakan kemungkinannya,hehe

Setelah melewati halaman memanjang, kita dapat menemui loket penjualan tiket masuk Tamansari. Tiket masuknya relatif murah seharga 3000 rupiah saja. Kemudian, setelah usai membeli tiket, dapat langsung memasuki kompleks Tamansari melalui semacam gapura utama. Di dalam bangunan semacam gapura tersebut teradapat semacam ruangan-ruangan kecil. 

Selamat datang di Tamansari
Ornamen patung di gerbang pintu masuk
Selepas dari gapura tersebut, kita masuk ke area semacam taman. Di taman ini terdapat pepohonan dan tanaman-tanaman yang disusun rapi dalam pot. Selain itu terdapat bangunan -bangunan yang berdiri sendiri seperti gazebo terbuka tanpa pintu. Nah, di bangunan inilah saya meneduh saat hujan deras turun dengan beberapa turis lainnya. Beruntung ada bangunan ini sebagai tempat meneduh. 






Pemandangan - pemandangan taman
Setelah menunggu cukup lama, sepertinya ada 30 menit, saya melanjutkan ke area berikutnya. Walaupun masih gerimis rintik-rintik, saya harus bergerak. Kalau tidak, tentu saya akan kehabisan waktu. Untuk memasuki area berikutnya saya harus melewati semacam gapura lagi dengan tangga menurun. Setelah menuruni tangga ini, terdapat dua kolam. Sepertinya, inilah kolam yang disebut sebagai tempat pemandian permaisuri atau sultan. Arsitekturnya memang bagus, simetris. Dan saya rasa inilah pusat dari kompleks Tamansari ini.

Kolam di bagian utama Tamansari
Kolam dari sisi seberangnya

Menara di samping kolam

Menyeberangi kolam yang ada, saya melewati gapura serupa  gapura serupa sebelumnya. Namun, sebaliknya, tangga yang dilewati harus menanjak. Setelah melewati tangga menanjak ini, saya sampai di halaman luas. Sepertinya desainnya sama dengan taman yang saya lewati sebelumnya. Hanya saja, tidak terdapat tanaman-tanaman hias atau bangunan mirip gazebo. Hanya area yang luas. Di ujung area ini, masih terdapat bangunan kecil lainnya. Tapi, setelah saya telusuri hanya, bangunan dengan ruangan-ruangan kecil yang memiliki pintu keluar menuju perumahan warga.

Selesai menyusuri kompleks Tamansari dari ujung ke ujung. Saya bergegas kembali ke mobil karena ada tempat lain yang musti dikunjungi. Sementara itu hari semakin sore. Sedangkan saya harus sampai di Borobudur petang harinya.


Note:
- Terkait dengan lahan parkir yang saya sebutkan sebelumnya, apabila khawatir dengan tempat yang ada, sebaiknya datang di waktu yang tidak ramai.  Atau mungkin, musti dikonfirmasi apakah ada lahan parkir yang lain atau tidak.
- Saya sarankan untuk menyewa guide untuk menjelaskan segala hal tentang Tamansari sendiri.
- Agar tidak terjebak hujan, mungkin sebaiknya trip dilakukan saat hari cerah.


Related Post: