Sunday, April 7, 2013

Jatim Park 1- Batu, Malang

Dari sekian banyak "jalan-jalan colongan" ketika ditugaskan di Surabaya, inilah travelling pertama saya bersama rekan-rekan kerja. Tujuan dari trip ini adalah  kota Malang yang sangat menggoda bagi orang-orang yang baru kenal Surabaya ataupun daerah Jawa Timur. Hal ini tidak lain dikarenakan popularitas kota Malang sendiri yang sudah dikenal sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur.

Trip-nya sendiri direncanakan pada akhir minggu mengingat hanya weekend tersebut kita dapat leluasa berliburan. Untuk transportasinya kami minta tolong driver kami untuk mengantar kami berkeliling dalam Wisata Malang ini. Rencana siap, transport siap, jadilah pada tanggal 7 Januari 2012, tujuh orang (delapan plus pak sopir) menuju Kota Malang (yeayy :D excited)

Berhubung berangkatnya malam, tentunya kami mengisi perut dahulu. Waktu itu kami makan malam di restoran "Kampoeng Steak" dan masih di daerah Surabaya (walaupun lupa tepatnya). Entah hanya di "Kampung Steak" itu saja atau yang lainnya juga, yang pasti saya tidak merekomendasikan steak dari restoran itu. Oke,,kembali ke cerita,, setelah selesai mengisi perut, langsung meluncur ke Malang.

Tak butuh waktu lama untuk mencapai Malang, bahkan Batu sekalipun. Yang menjadi permasalahan adalah menemukan tempat menginap untuk malam itu. Oh iya, lupa saya sebutkan kenapa kami berangkat malam. Hal ini karena kami mau memuaskan diri menikmati Batu dari sepagi mungkin. Dan memang untuk ukuran kota wisata memang tidak sulit untuk meneukan tempat penginapan. Berbekal googling (hari gini gitu lhoh :p) kami hampiri tempat bernama Songgoriti . Di sepanjang jalan di sana akan akan banyak orang yang menawarkan penginapan. Tanpa ragu kami iya-kan penawaran salah satu orang. Selanjutnya, kami dibawa masuk ke dalam perkampungan lantas ditunjukkan beberapa tempat yang masih kosong. Kami pilih satu rumah dengan dua kamar tidur+ ruang tamu yang ada TVnya namun tetap dapat space untuk mobil di depan rumah. Harganya cukup murah hanya tiga ratus ribu rupiah saja (dibagi bertujuh murah kan?). Tips dari saya untuk yang ingin mencari penginapan di daerah Batu, daerah Songgoriti inilah yang memang menyediakan banyak penginapan. Jangan lupa ditawar kalau mau harga yang lebih murah tentunya.

Esoknya, Hari Minggu, kami bangun pagi-pagi sekali karena udara dingin yang menerpa badan kami. Beberapa dari kami masih ada yang tertidur atau nonton TV. Salah satu teman saya malah sudah berjalan-jalan ke pasar setempat katanya (salute). Saya sendiri hanya menikmati udara sejuk (dingin ding,brrr :D) di luar rumah. Rencana berangkat pagi gagal total karena malas mandi lantaran dinginnya air, pun pada saat siap untuk mandi jadi mengantre satu sama lain. Sekitar jam 9 pagi kami meninggalkan penginapan menuju tempat yang kami rencanakan yaitu Jatim Park 1.
Pintu Masuk Jatim Park 1 - Menculik Anak Orang entah siapa :D
 Akhirnya sampailah kami di Jatim Park 1 (bukan Jatim Park 2 lho ya karena berbeda antara keduanya) kemudian bersantap pagi dahulu sebelum masuk ke dalam `Jatim Park. Selesai sarapan, kami mengantre di loket tiket. Harga tiket masuk waktu itu kalau tidak salah 60ribuan rupiah, saya lupa tepatnya, yang pasti saya ingat adalah harga tiket weekdays lebih murah dibandingkan saat weekend. Dan satu hal lagi yang perlu dicatat adalah bahwa tiket ini bukan merupakan tiket terusan. Jadi, untuk beberapa wahana didalamnya sangat mungkin ada biaya tambahan jika ingin menikmatinya. Tiket di tangan langsung kami bertujuh menghambur masuk. Oh iya, berbeda dengan Dufan, Ancol, tanda masuk yang diberikan bukan stempel melainkan semacam gelang yang terbuat dari kertas.

Gong di Pintu Masuk Jatim Park 1
Begitu masuk, kami menjumpai gong super besar yang merupakan gong terbesar kedua di Indonesia. Selesai berfoto kami masuk menyusuri budaya Indonesia. Tinggal mengikuti jalur yang disediakan, kita akan disuguhi berbagai macam budaya dari seantero Indonesia. Jika di Taman Mini Indonesia Indah dibagi-bagi bahkan hingga ke level rumah adat, kalau di Jatim Park ini lebih ke budaya ikonik dari tiap daerah. Selanjutnya kami menuju suatu areal semacam pusat IPTEK. Di areal ini, ditunjukkan berbagai fenomena fisika yang ada. Kurang lebih mirip dengan PPIPTEK di TMII. Ada pula semacam museum serangga yang menunjukkan berbagai jenis kupu-kupu maupun serangga lainnya. Puas berkeliling "melihat-lihat" kami menuju ke areal permainan,,wohooo,,

Salah satu foto yang ada di areal kebudayaan

Di areal ini kami mulai split up, menikmati wahana-wahana permainan yang masing-masing kami minati. Untuk wahana-wahana yang ada di Jatim Park ini secara keseluruhan cukup menarik ada semacam komidi putar, bumper car, tornado, roller coaster, kincir-kincir. Kurang lebih kontennya mirip dengan yang ada di Dufan, Ancol. Akan tetapi, wahana yang ada kurang begitu menantang dibandingkan dengan yang ada Dufan sendiri. 

Semacam wahana kincir-kincir yang ada di Dufan *lupa namanya :|
Saya sendiri mencoba beberapa permainan yang pertama yaitu trampolin. Saya tidak tahu kalau bermain trampolin bisa semenyenangkan itu. Bisa akrobatik di udara dengan berbagai macam gaya. Untuk pemula, tentunya tidak mudah melakukannya, tapi tetap saja nagih,hehe. Yang penting saya gratis menikmatinya setelah adu tawar dengan penjaganya (ingat! kalau mau menggunakan wahana harus bayar lagi) Yang kedua adalah semacam roller coaster tapi lintasannya lebih pendek. Yang menarik dari wahana ini, kita tidak hanya melintas maju, melainkan mundur juga. Inilah kenapa saya ingin mencoba wahana ini. Selanjutnya, saya mencoba semacam kincir-kincir yang ada di Dufan. Dari dulu saya memang menyukai wahana yang satu ini. Cukup puas karena lumayan lama "diputar-putar" dan letaknya yang di dekat tebing menambah adrenalin (apalagi waktu itu lupa menitipkan HP baru yang masih ada di kantong, untungnya masih selamat :D).

Setelah mencoba wahana tersebut, hujan turun. Jelas hal ini tidak memungkinkan untuk bermain di wahana bermain lainnya. Terlebih lagi waktu juga sudah siang. Jalan-jalan di Jatim park ini ditutup dengan mengunjungi semacam museum ikan yang menunjukkan berbagai jenis ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut.

Seperti dugaan saya sebelumnya bahwa Jatim Park 1 ini lebih seperti gabungan Dufan dan TMII walaupun kontennya tidak sedetil kedua tempat tersebut. Secara keseluruhan tempatnya menarik terlebih lokasinya termasuk di daerah yang sejuk. Intinya kalau berlibur ke Batu, Malang worth it mengunjungi tempat wisata satu ini.