Wednesday, June 26, 2013

Sunrise-Sunset, Puncak Cikuray 2821 mdpl

Matahari terbenam dari Puncak Cikuray
Inilah.. Akhirnyaa.. Akhirnyaaa… Keinginan saya untuk mendaki gunung sedari saya kecil dulu tercapai juga. Masih ingat sekali saya saat-saat sebelum saya sekolah dulu yang menangis jejeritan ketika Abang saya ingin pergi mendaki. Bahkan kata Ibu saya, saya sudah bersiap siaga di depan pintu ketika Abang saya sudah sibuk dengan carrier-nya. Tentu, Abang saya berhasil jalan ketika saya sudah dirayu, dialihkan perhatiannya ke hal lain. Tapi pada akhirnya tanggal 22-23 Juni lalu saya bisa mendaki gunung. Bukan waktu yang sebentar hanya untuk menanti sebuah pendakian :D

Pendakian perdana saya ini adalah mendaki Gunung Cikuray yang ada di Garut. Teman-teman seperjalanan saya sebagian besar adalah orang yang baru saya kenal. Kami serombongan bersebelas dan hanya satu orang saja yang saya kenal dari awal- Riza. Pendakian ini pun sudah saya mohon-mohon ke Riza sedari dulu sekembalinya saya stay di Jakarta. Maklum, ketika saya dulu masih bekerja dan di tempatkan di luar kota Jakarta, saya hanya menikmati perjalanan pendakian teman-teman saya melalui foto atau cerita (dan sayangnya ketika kita sudah lulus kuliah, teman-teman mulai sering mendaki)

Rombongan Pendaki

Jumat, 21 Juni malam, kami berangkat dari Terminal Kampung Rambutan. Keesokan paginya kami sudah tiba di Tarogong, Garut tempat pick up yang akan mengantar kami menunggu. Setelah mengisi perut sebentar dengan kupat atau lontong kami segera menuju ke Pemancar- titik awal pendakian. Tempatnya indah sekali, di antara perkebunan tehh yang membentang hijau, nan luas. Akan tetapi, jalanan menuju pemancar ini kurang bagus. Bahkan kami harus sempat turun pick-up saat tanjakan tajam.

Perkebunan teh menuju Pos Pemancar

Pemandangan dari Pos Pemancar

Usai registrasi dan bersiap-siap, pukul 10, kami memulai pendakian. Di awali dengan melintasi perkebunan the kemudian masuk ke dalam hutan-hutan. Terdapat 7 pos sebelum mencapai Puncak Cikuray. Saya rasa saya tidak bisa memberikan penilaian seperti apa karena ini pendakian perdana saya. Yang pasti, di dalam hutan ini tracknya selalu menanjak dengan tanah licin dan banyak akar. Setelah tujuh setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di puncak. Dan, beruntung sekali kami mendapatkan momen matahari terbenam. Sangat indah.

Tracking di dalam hutan

Setelah matahari terbenam kami mulai mempersiapkan makan malam dan membuat minuman-minuman yang menghangatkan tubuh. Sebelumnya, tenda sudah kami dirikan dibalik puncak agar tidak terlalu diterpa angin. Bulan yang hampir bulat sudah terlihat bagus walaupun bukan bulan purnama. Udara super dingin menusuk hingga tulang. Setelah berbincang-bincang sebentar, kami pun langsung tidur. Bukan hal yang mudah bagi saya untuk tidur di hawa sedingin itu.

Matahari terbenam

Pukul empat pagi salah seorang teman sudah membangunkan kami. Bukan hanya untuk solat subuh, tapi juga untuk mempersiapkan menikmati  matahari terbit. Udaranya jauh lebih dingin ketimbang di malam hari. Tapi toh kami tetap bergegas menuju puncak. Menanti saat-saat matahari terbit.

Sebelum matahari terbit pun, langit sudah sangat cantik dengan warna kebiruan dan beberapa bercak awan. Di sisi timur  ini pun, terdapat sebuah gunung yang diselimuti awan dan kabut. Semua tak sabar menanti pemandangan indah matahari terbit dari puncak ini. Dan memang pemandangannya luar biasa bagus.

Setelah matahari agak menanjak, kami beralih ke sisi barat. Disisi ini pemandangannya tidak kalah bagus karena terdapat barisan gunung yang cantik. Selain itu, ada pula bayangan dari Gunung Cikuray ini sendiri. Menakjubkan.

Menanti matahari terbit

Bayangan Gunung Cikuray

Kami tak berlama-lama untuk menikmati suasana pagi ini karena kami harus segera turun. Setelah sarapan kami langsung berkemas. Sekitar pukul 8 kami sudah turun gunung. Dengan menggunakan pick up hari sebelumnya, sekitar pukul dua kami meninggalkan Pos Pemancar menuju Terminal  Garut. Dari Terminal Garut inilah kami bertolak ke Jakarta dan tiba di Jakarta sekitar tengah malam.

Benar-benar pengalaman yang sangat tak terlupakan bagi saya. Ada banyak hal yang saya dapatkan tapi tidak saya bagikan di sini karena ini soal rasa, mengenai pemaknaan. Dan akan terlalu banyak kalau saya bagikan di sini. Yang pasti, sepertinya jika ada kesempatan, saya ingin tetap mendaki. Karena ini baru permulaan.


Terakhir, terima kasih teman-teman baru saya semuanya.